Foto istimewa

Foto istimewa

Joe Biden Siap Menjadi Tuan Rumah KTT Kuartet Hadapi China

Biden juga telah menunjuk Kurt Campbell, sebagai Koordinator Indo-Pasifik.

Selasa, 14 September 2021 | 21:26 WIB - Internasional
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, New York- Guna membendung sikap agresif China, empat negara yakni Australia, India, Jepang, dan Amerika Serikat, sepakat mengadakan konferensi tingkat tinggi (KTT) yang akan diselenggarakan pada 24 September 2021 di Washington DC.

KTT tersebut akan dijadikan sarana untuk meningkatkan kerja sama keempat negara tersebut. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki dalam sebuah pernyataan.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang akan menjadi tuan rumah menyatakan telah siap menjadi tuan rumah pertemuan langsung pertama para pemimpin negara-negara "Kuartet" itu. 

BERITA TERKAIT:
Joe Biden Siap Menjadi Tuan Rumah KTT Kuartet Hadapi China

Dikutip dari Reuters, kunjungan Perdana Menteri Australia Scott Morrison, PM India Narendra Modi, dan PM Jepang Yoshihide Suga di Washington tersebut bertepatan dengan pelaksanaan sidang Majelis Umum PBB di New York. Biden diagendakan akan erpidato pada 21 September dalam forum PBB itu.

Sebelumnya keempat pimpinan itu telah melakukan pertemuan virtual pada Maret lalu, mereka berjanji untuk bekerja erat dalam vaksin dan iklim Covid-19 dan untuk memastikan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka dalam menghadapi tantangan dari Beijing.

Para pemimpin Kuartet itu dalam pertemuan virtual tersebut berjanji untuk bekerja sama secara erat menyangkut vaksin Covid-19 serta iklim. 

Selain itu, keempat pimpinan itu juga sepakat memastikan kawasan Indo-Pasifik dalam keadaan bebas dan terbuka dalam menghadapi berbagai tantangan dari China. “Menjadi tuan rumah bagi para pemimpin Kuartet menunjukkan prioritas pemerintahan Biden-Harris untuk menjalin hubungan di Indo-Pasifik, termasuk melalui konfigurasi multilateral baru untuk memenuhi tantangan abad ke-21,” ucap Psaki.

Biden juga telah menunjuk Kurt Campbell, sebagai Koordinator Indo-Pasifik. Ia pada Juli lalu mengatakan bahwa pertemuan secara tatap muka --yang telah lama direncanakan itu harus menghasilkan komitmen yang "menentukan" pada diplomasi menyangkut vaksin serta infrastruktur.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, pada Maret mendapatkan saran dari Biden agar negara-negara demokratis harus memiliki rencana infrastruktur untuk menyaingi program besar-besaran China --Prakarsa Sabuk dan Jalan, yang melibatkan proyek-proyek dari Asia Timur hingga Eropa.

Para pemimpin Kuartet itu, kata Psaki sepakat bertemu untuk memperdalam pembicaraan sebelumnya. "Memusatkan pembicaraan pada upaya memperdalam hubungan dan memajukan kerja sama praktis di berbagai bidang, seperti memerangi COVID-19, mengatasi krisis iklim, bermitra dalam teknologi dan dunia maya yang baru muncul, serta mendorong Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," ungkapnya.

Infrastruktur, seperti disampaikan seorang pejabat tinggi AS akan menjadi salah satu topik yang dibahas pada pertemuan tatap muka tersebut.

Untuk diketahui, pertemuan Kuartet di Washington itu dilangsungkan setelah citra Biden rusak karena penarikan AS yang kacau dari Afghanistan.

Senator Republik yang juga mantan duta besar AS untuk Jepang Bill Hagerty, menyambut baik rencana AS menjadi tuan rumah bagi para pemimpin Kuartet. "Bencana penarikan Afghanistan yang ditimbulkan Biden membuat lingkungan India lebih berbahaya & menimbulkan pertanyaan yang sah untuk Jepang dan Australia juga, jadi ada baiknya kita segera menjadi tuan rumah mitra Kuartet," cuitnya di Twitter. "Kita harus memperbaiki & memperbarui aliansi kita, dan ini adalah kuncinya."

Inisiatif vaksin dari pertemuan puncak pertama terhenti setelah India, produsen vaksin terbesar di dunia, dilanda gelombang infeksi yang dahsyat dan menghentikan ekspor vaksin.

Keempat pemimpin pada KTT Maret, sepakat bahwa pembuat obat India Biological E Ltd akan memproduksi setidaknya satu miliar dosis vaksin virus corona pada akhir 2022, terutama untuk negara-negara Asia Tenggara dan Pasifik.
 


tags: #presiden amerika serikat #joe biden #india #jepang

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI