Foto istimewa.

Foto istimewa.

BPOM: Herbal untuk Terapi Pasien Covid-19 Hingga Kini Masih Diteliti

Pelaku usaha agar bisa melakukan inovasi dan berkreasi secara bertanggung jawab sehingga tidak menyesatkan masyarakat melalui klaim produk mereka.

Selasa, 14 September 2021 | 19:36 WIB - Kesehatan
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- Hingga kini Herbal sebagai terapi tambahan untuk pasien Covid-19 masih dalam tahap penelitian, hal itu disampaikan Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Reri Indriani dalam webinar series "Strategi Membangun Brand Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan", Selasa (14/9/2021).

Reri Indriani hadir di webinar itu mewakili Kepala Badan POM, Penny K Lukito. "Saat ini dalam penelitian untuk obat Herbal bisa digunakan sebagai terapi tambahan obat konvensional untuk perbaikan pasien Covid-19," ucapnya.

Obat tradisional termasuk Herbal, lanjut Reri hingga hari ini menjadi alternatif masyarakat untuk memelihara kesehatan tubuh mereka di masa pandemi walaupun belum ada yang mempunyai indikasi sebagai anti-Covid-19.

BERITA TERKAIT:
BPOM: Herbal untuk Terapi Pasien Covid-19 Hingga Kini Masih Diteliti
Kemenkes Minta Masyarakat Tak Perlu Khawatirkan Efektifivitas Vaksin yang Beredar di Indonesia
Dewi Aryani: Prosentase Ketersediaan Vaksin Covid-19 di Indonesia Tidak Sesuai Rencana
Hari Ini, Indonesia Kembali Kedatangan 5 Juta Dosis Vaksin Sinovac
Pemerintah Terus Upayakan Ketersedian Oksigen
Vaksinasi Terhadap Anak Usia 12-17 Tahun, Dinilai Wapres Sudah Tepat
Arya Sinulingga: Menteri BUMN Tak Pernah Bilang Ivermectin Obat Corona

Para pelaku usaha produk Herbal pun, langsung menyambut peluang tersebut. BPOM juga mencatat adanya peningkatan peredaran produk-produk ini secara daring hingga klaim atau promosi seiring peluang peningkatan permintaan dari masyarakat terhadap suplemen kesehatan dan obat Herbal.

Reri kemudian mengingatkan pelaku usaha agar bisa melakukan inovasi dan berkreasi secara bertanggung jawab sehingga tidak menyesatkan masyarakat melalui klaim produk mereka. "Kami hargai inovasi kreavitas pelaku usaha, tetapi harus dilakukan secara bertanggung jawab. Kreativitas dan inovasi pelaku usaha untuk memperkenalkan produknya, membangun brand produk perlu difasilitasi dan dikawal agar berkembang tetapi tidak bertentangan dengan regulasi yang kami tetapkan," jelasnya.

Apabila ditemukan pelanggaran terhadap produk, BPOM memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi administrasi dan penindakan. Reri menegaskan, tidak ada kompromi terhadap perlidungan kesehatan masyarakat.

BPOM dari sisi tugas serta peran juga melakukan pengawasan pre-market dan post market guna menjamin keamanan mutu dan kemanfaatan produk beredar serta meningaktkan daya saing mutu produk obat dan makanan di pasar lokal maupun global demi mendukung iklim usaha.


tags: #bpom #herbal #penelitian

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI