Proyek Pasar Darurat Weleri Roboh

Saat ini, pasar darurat belum di tempati bahan bangunan tersebut masih dalam perawatan pihak pemenang lelang.

Rabu, 15 September 2021 | 03:59 WIB - Ragam
Penulis: UJ . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Kendal- Setidaknya 12 bangunan brak Pasar Darurat Weleri Kabupaten Kendal, Jawa Tengah yang berada di Terminal Bahurekso Kendal, pada Selasa (14/9/2021) roboh setelah diterpa angin dari arah utara. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun proyek senilai lebih dari Rp3 milyar tersebut, yakni semua brak yang terdiri dari 128 lapak rata dengan tanah.

128 lapak yang roboh terdiri dari 12 brak yang terbuat dari baja ringan.

Menurut salah seorang saksi mata Ghasiyah mengatakan saat itu ada angin kencang dari arah utara, dan mengakibatkan banguan langsung ambruk. Setelah itu baru ada hujan dengan intensitas cukup lebat. “Ya tiba-tiba datang angin dengan kecepatan tinggi langsung menghempas dan menghantam bangunan brak hingga ambruk,” ungkapnya.

BERITA TERKAIT:
Duo Pemudi Asal Kendal Ini Raih Juara 2 Lomba Vlog Perpusnas RI
Proyek Pasar Darurat Weleri Roboh
Selama Pandemi, 70 Ribu Warga Kendal Nganggur
Tidak Terima Dituntut Cerai, Seorang Pria di Kendal Nekad Bakar Diri Bersama Anaknya
Damkar Kendal: Pedagang Pasar Harus Diedukasi Pencegahan Kebakaran!
Tjahjo Kumolo Harap MPP Kendal Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi
Lumpuh dan Sendirian di Rumah, Seorang Kakek di Kendal Meninggal Terbakar

Hal senada juga disampaikan oleh Muhlisin koordinator terminal Bahurekso Kendal, sebelum ada hujan ada angin kencang karena brak bangunan pos pasar berdekatan sehingga ambruk satu yang lain ikut ambruk. “Saat itu lagi ngobrol dan mendengar ada suara angin, kemudian brak tersebut yang tersapu angin pada ambruk,” tuturnya.

Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kendal Yolando Alfian mengatakan, saat ini Pasar Darurat belum di tempati bahan bangunan tersebut masih dalam perawatan pihak pemenang lelang. Karena ini merupakan musibah yang tidak diinginkan, nantinya akan dikomunikasikan dengan pihak pemborong. Diakui untuk pondasi tidak ditanam sebab lokasi Pasar Darurat merupakan lahan milik Dishub sehingga tidak mungkin akan dibuat lubang tiap pondasi.

“Menurut perencanaan teknik sebenarnya pondasi tersebut mampu menopang atap baja ringan, namun karena ini angin yang tidak bisa dikendalikan atau bencana alam, jadi ini akan segera diperbaiki karena masih dalam perawatan pemborong,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan tersebut mengaku sudah melaporkan pada Bupati dan wakil bupati kalau kejadian tersebut murni karena bencana alam bukan ambruk karena kesalahan konstruksi bangunan.


tags: #kabupaten kendal #pasar darurat #weleri

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI