Pasutri di Rembang ditangkap terkait dugaan pemalsuan pernikahan, Senin (14/9), Foto: Istimewa

Pasutri di Rembang ditangkap terkait dugaan pemalsuan pernikahan, Senin (14/9), Foto: Istimewa

Suami Nikahkan Istri di Rembang Raup Mahar Puluhan Juta

Badriyah juga mendapatkan uang dari korban AK senilai Rp450 ribu per minggu.

Rabu, 15 September 2021 | 07:59 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Rembang - Pasangan suami istri (pasutri) di Rembang Sucipto (46) dan Badriyah (36) memalsukan dokumen agar Badriyah bisa menikah lagi dengan seorang perjaka berinisial AK. Sucipto yang memalsukan dokumen demi istri bisa menikah lagi ini pun meraup mahar puluhan juta rupiah.

Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Hery Dwi Utomo mengatakan korban mengakui telah mengeluarkan uang mahar hingga senilai Rp22 juta. Uang mahar itu diberikan kepada Badriyah yang ternyata diserahkan kepada Sucipto.

"Jadi pada awal pernikahan antara tersangka Badriyah dengan korban AK, menyebut kalau telah mengeluarkan uang senilai Rp 22 juta. Uang mahar begitu. Yang kemudian, dari uang itu lah yang digunakan Sucipto membayar utangnya," ungkapnya, Selasa (14/9).

BERITA TERKAIT:
Suami Nikahkan Istri di Rembang Raup Mahar Puluhan Juta
Wanita Ini Kaget Dokumen Pribadinya Dipakai Atasan untuk Nikah Lagi
Suami Palsukan Dokumen Istri Agar Bisa Nikah Lagi karena Tak Terpuaskan
Pemalsuan Dokumen, Ibu dan Tiga Anak Kandung di Purbalingga Saling Lapor

Ia menjelaskan selain uang Rp22 juta tersebut, Badriyah juga mendapatkan uang dari korban AK senilai Rp450 ribu per minggu. Oleh Badriyah uang itu kemudian diserahkan ke Sucipto untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pasutri yang memalsukan dokumen itu terungkap saat wanita yang identitasnya dipakai Badriyah hendak menikah di KUA. Di KUA, wanita berinisial SC itu tercatat sudah menikah dengan pria inisial AK. Padahal, SC belum pernah menikah.

Dari keterangannya kepada polisi, aksi tipu-tipu ini dilakukan pasutri itu tak hanya karena faktor ekonomi. Muncul pengakuan bila Badriyah juga merasa kurang puas dengan suaminya Sucipto, tapi memilih tetap mempertahankan ikatan perkawinannya.

"Jadi selain faktor ekonomi, ternyata sang istri ini merasa tidak puas dengan suaminya. Namun dengan tidak meninggalkan sang suami tersebut. Terjadilah hal seperti itu. Pengakuan korban yang dinikahi oleh Badriyah ini juga merujuk kepada hal tersebut," tutur Hery.

Kini, Sucipto dan Badriyah telah ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya dijerat dengan pasal 263 ayat 1 KUHP tentang Pemalsuan Surat dengan hukuman penjara 6 tahun.


tags: #memalsukan dokumen # istri bisa menikah #rembang

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI