Bupati Kudus M Hartopo, Foto: Istimewa

Bupati Kudus M Hartopo, Foto: Istimewa

PPKM Level 2, Ini Peraturan Pembelajaran Tatap Muka di Kudus

Hartopo juga mengimbau pihak sekolah memberikan kewenangan penuh pada satgas protokol kesehatan untuk melaksanakan tugasnya dalam pengawasan. 

Rabu, 15 September 2021 | 12:07 WIB - Didaktika
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Kudus - Kabupaten Kudus kini telah berstatus PPKM Level 2. Hal itu berarti Kota Kretek dapat menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). Bupati Kudus M Hartopo Selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus mengeluarkan Instruksi Bupati (Inbup).

Dalam Inbup nomor 360/13/2021 itu, pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri.

"Bagi satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen), kecuali untuk: a. SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, dan MALB maksimal 62% (enam puluh dua persen) sampai dengan 100% (seratus persen) dengan menjaga jarak minimal 1,5m (satu koma lima meter) dan maksimal 5 (lima) peserta didik per kelas," bunyi inbup tersebut seperti yang diterima oleh Tim KUASAKATACOM, Rabu (15/9).

BERITA TERKAIT:
PPKM Level 2, Ini Peraturan Pembelajaran Tatap Muka di Kudus
Bupati Kudus: Guru Belum Vaksinasi Lengkap Jangan Mengajar
Empat Truk Masuk Jalur Kota Kudus Ditilang
Pemkab Tetapkan Kain Kudus sebagai Seragam ASN
PPKM Level 2, Kudus Gelar Simulasi Sekolah Tatap Muka
Hadapi Liga 3 Jateng, Persiku Kenalkan 23 Pemain
PKK Kudus Minta Warga Tak Buang Limbah Masker Sembarangan

Sementara kapasitas untuk PAUD maksimal 33% dengan menjaga jarak minimal 1,5 m (satu koma lima meter) dan maksimal 5 (lima) peserta didik per kelas.

Bupati Kudus M Hartopo saat meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di SDIT Al-Islam Kudus, Senin (13/9) menakankan pentingnya penerapan protokol kesehatan. 
 
"Penerapan protokol kesehatan yang ada disini saya harap dapat diterapkan dengan baik dan benar agar PTM dapat berjalan lancar," ucapnya. 
 
Bupati Hartopo juga mengimbau pihak sekolah memberikan kewenangan penuh pada satgas protokol kesehatan untuk melaksanakan tugasnya dalam pengawasan. 
 
"Berikan kewenangan penuh pada satgas sesuai fungsinya yaitu pengawasan prokes, bagi ditiga titik. Yang diluar untuk skrening murid, guru, atau tamu yang masuk, selanjutnya ada yang dikantor guru, kemudian ada yang mobile meninjau setiap kelas. Dipastikan satgas selain guru yang mengajar agar tidak mengganggu KBM," pesanya. 
 
Selain itu, Bupati hartopo juga meminta kepada para guru untuk memberikan edukasi kepada siswa tentang virus covid-19. 
 
"Untuk para guru, jangan lupa edukasi siswa satu dua menit diawal pelajaran, jelaskan tentang apa itu virus corona, bagaimana penyebaranya, serta bagaimana cara proteksi diri. Diharap dengan edukasi akan memberikan pemahaman pada siswa tentang bahaya corona," jelasnya. 
 
Terakhir, Bupati Hartopo menegaskan bagi semua sekolah bahwa protokol kesehatan wajib ada dalam SOP sebagai syarat terlaksananya kegiatan belajar mengajar. 
 
"Protokol kesehatan wajib ada dalam SOP KBM sebagai syarat, termasuk didalamnya harus ada satgas," pungkasnya.


tags: #kudus #pembelajaran tatap muka #ppkm level 2

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI