Dishub Kota Semarang saat menggelar penyuluhan Keselamatan Kendaraan Angkutan, Selasa (14/9), Foto: KUASAKATACOM

Dishub Kota Semarang saat menggelar penyuluhan Keselamatan Kendaraan Angkutan, Selasa (14/9), Foto: KUASAKATACOM

Dishub Semarang Gelar Penyuluhan, Tekankan tentang Keselamatan Kendaraan Angkutan

Kota Semarang didominasi angkutan barang umum.

Rabu, 15 September 2021 | 12:59 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Semarang - Dinas Perhubungan Kota Semarang menegaskan kendaraan angkutan barang, khusus dan hewan harus benar benar safety sebelum melaju di jalanan. Tujuannya agar tak membahayakan keselamatan pengendara lainnya

Hal tersebut disampaikan pihak Dishub saat menggelar penyuluhan tentang kendaraan angkutan, pada Selasa (14/9), di Kantor Dishub Kota Semarang, Jalan Tambak Aji. Penyuluhan itu berlangsung hingga Rabu 15 September dengan menghadirkan berbagai narasumber seperti pejabat Dishub, Satlantas Polrestabes Semarang, dan Jasa Raharja

"Driver saat menjalankan kendaraan harus betul-betuk safety mulai dari kelengkapan surat-surat, kendaraan laik jalan, dan harus memaruhi rambu lalu lintas. Mereka harus tahu bagaimana berlalu lintas yang baik," Kata Kepala Seksi angkutan barang, Khusus, dan Hewan, Dinas Perhubungan Kota Semarang, Andreas Catur Adi Kristianto 

BERITA TERKAIT:
Dishub Semarang Gelar Penyuluhan, Tekankan tentang Keselamatan Kendaraan Angkutan
Dishub Solo Tutup Jalan Juanda Dua Bulan, Ini Alasannya
Masa Pandemi, Angkutan Plat Hitam Meningkat
Volume Jalan di Solo Mengalami Penurunan Usai DIterapkannya PPKM Darurat
Hari Ketujuh PPKM Darurat di Semarang, Dishub: Mobilitas Warga Turun 25 Persen
600 Ribuan Orang Masuk Jateng Selama Masa Pengetatan dan Larangan Mudik
Antisipasi Kepadatan di Depan Pasar Temanggung, Dishub Rekayasa Lalu Lintas

Hal ini ditekankannya mengingat kendaraan angkutan di Kota Semarang didominasi angkutan barang umum, di antaranya angkutan yang mengangkut sembako, pasir, batu, bahan bangunan, dan sebagainya. Kendaraan angkutan barang harus memperhatikan kendaraannya sesuai standar demi keselamatan bersama.

Adapun yang dimaksud sesuai aturan standar yakni seperti tinggi muatan dan lebar kendaraan. 

"Tinggi tidak boleh melebihi 4,2 meter. Lebar tidak boleh melebihi 1,7 meter. Kalau berat, masing-masing kendaraan sudah ada standarnya di buku uji KIR," jelasnya. 

Hingga saat ini, kata dia, masih ada saja kendaraan yang melebihi kapasitas atau seringkali disebut over load over dimension over load (ODOL). Maka, dengan penyuluhan ini diharapkan para driver maupun pengusaha bisa mematuhi aturan yang berlaku. Jika membandel melanggar aturan, pihaknya akan menjatuhkan sanksi. Misal, Kelebihan muatan harus diturunkan dan diangkut dengan kendaraan laut

"Sampai sekarang masih ada yang melebihi kapasitas. Kalau melebihi kapasitas 5 persen, masih kami toleransi. Kalau ODOL berlebihan, Mereka harus mengangkut dengan kendaraan lain supaya di jalan tidak membahayakan kendarana lain dan jalan tidak mudah rusak," tandas dia


tags: #dinas perhubungan #kota semarang #angkutan barang

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI