Seorang anak perempuan di Sulsel harus dilarikan ke RS. Korban dicungkil matanya oleh orang tuanya diduga sebagai syarat belajar ilmu hitam, Foto: Istimewa

Seorang anak perempuan di Sulsel harus dilarikan ke RS. Korban dicungkil matanya oleh orang tuanya diduga sebagai syarat belajar ilmu hitam, Foto: Istimewa

Bocah Korban Cungkil Mata Ortu Sudah Sembuh

Korban juga sudah mulai mencari ibunya meski psikolog tidak pernah menyinggung nama pelaku.

Rabu, 15 September 2021 | 15:15 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Gowa - Bocahberinisial AP (6) di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan yang matanya dicungkil orang tua demi pesugihan sudah sembuh. AP seakan lupa dengan peristiwa kelam yang dialaminya, bahkan ingin diantarkan makan oleh ibunya sendiri yang kini menjadi tersangka.

"Jadi dia sudah merasa seperti tidak terjadi apa-apa. Artinya traumanya sudah sembuh," ungkap Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas PPA Gowa Sutra, Rabu (15/9).

Ia menjelaskan, AP sudah keluar dari rumah sakit sejak Senin (13/9). Hal tersebut karena mata AP yang sebelumnya sobek sudah mulai membaik. "Alhamdulillah sudah bagus, matanya sudah mulai membaik, cuma memang masih butuh proses penyembuhan," ujarnya.

BERITA TERKAIT:
Hasil Autopsi Jenazah Anak Korban Pesugihan Keluar Tiga Pekan Lagi
Bocah Korban Cungkil Mata Ortu Sudah Sembuh
Ortu Cungkil Mata Anak Dipolisikan Keluarga
Ibu Cungkil Mata Demi Pesugihan Kerap Obati Warga Pakai Cara Tradisional
Ortu Cungkil Mata Anak Demi Pesugihan Bertemu Dukun untuk Berobat
Polisi Periksa Dukun Ortu Cungkil Mata Anak Demi Pesugihan
Ortu Cungkil Mata Anak Jadi Tersangka

Usai rumah sakit, korban terlebih dahulu dibawa ke rumah aman milik Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Gowa. Selama dua hari di rumah aman, kondisi trauma korban disebut sudah sembuh.

"Kan kemarin selama di rumah sakit dengan dokter jiwa, sekarang psikolog mengatakan memang psikisnya sudah bagus, karena dia sudah ceria sudah lupa kalau dia punya masalah," tukasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan korban juga sudah mulai mencari ibunya meski psikolog tidak pernah menyinggung nama pelaku. Namun korban justru mulai ingat hingga memberi perhatian saat tahu ibunya sedang di rumah sakit jiwa.

"Bukan kita yang menyebut ibunya, kita tidak pernah sebut orang-orang yang terlibat di kasus ini, jadi dia sendiri yang sebut nama ibunya. Bahkan dari situ dia diberitahu ibunya di rumah sakit dan anak ini minta ibunya untuk dibawakan makanan," jelasnya.

Bahkan korban juga sudah mulai bersosialisasi dengan orang lain. Tidak seperti pada awal kasus cungkil mata ini terjadi, korban hanya mau mendekat ke paman korban. "Dia orangnya cepat akrab, mudah bersosialisasi, setiap orang baru ditemui sudah tidak merasa tidak takut," kata dia.

Oleh karena itu, lanjut Sutra, pihak Dinas PPA Gowa berencana mengembalikan korban AP kepada pihak keluarga, dalam hal ini paman korban. "Sepertinya besok kita sudah serahkan sama pihak keluarga di Tinggimoncong," tutupnya.


tags: #mencungkil mata anak #pesugihan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI