Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid, Foto: Istimewa

Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid, Foto: Istimewa

Yenny Wahid Sebut Santri Tutup Telinga Saat Ada Musik Bukan Indikator Radikal

Yenny mengajak masyarakat tidak langsung menilai buruk santri tersebut.

Rabu, 15 September 2021 | 15:43 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Jakarta - Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid mengomentari video santri yang dinarasikan menutup telinga saat ada musik. Menurut Yenny, tindakan itu bukan indikator bahwa mereka radikal.

Yenny mengaku banyak yang memberi kritik tindakan rombongan santri yang menutup telinga saat mendengarkan musik di acara vaksinasi. Di akun Instagramnya, Yenny menyampaikan dua catatannya.

Catatan pertama, ia memberikan apresiasi kepada pihak pesantren yang memberikan vaksin Covid-19 kepada santrinya. "Saya senang para gurunya mengatur agar mereka divaksinasi. Dengan divaksin, mereka bukan saja melindungi dirinya, tetapi juga orang-orang di sekelilingnya dari ancaman Covid-19," ungkapnya seperti dilihat di akun Instagram Yenny Wahid, Rabu (15/9).

BERITA TERKAIT:
Yenny Wahid Sebut Santri Tutup Telinga Saat Ada Musik Bukan Indikator Radikal
Yenny Wahid: Ada Tiga Isu Utama di papua

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Yenny Wahid (@yennywahid)

Kemudian, catatan kedua, Yenny menyebut bahwa menghapal Alquran tidaklah mudah. Memang perlu upaya yang sangat berat agar hafalan tetap terjaga.

"Menghafal alquran bukan pekerjaan yang mudah. Kawan baik saya Gus Fatir dari pesantren @ponpespi_alkenaniyah belajar menghafal alquran sejak usia lima tahun. Beliau mengatakan bahwa memang dibutuhkan suasana tenang dan hening agar lebih bisa berkonsentrasi dalam upaya menghafal alquran," katanya.

"Jadi kalau anak-anak ini oleh gurunya diprioritaskan untuk fokus pada penghafalan alquran dan diminta untuk tidak mendengar musik, itu bukanlah indikator bahwa mereka radikal," ucapnya.

Untuk itu, Yenny mengajak masyarakat tidak langsung menilai buruk santri tersebut. Apalagi menilai bahwa hal itu adalah bentuk radikal.

"Yuk kita lebih proporsional dalam menilai orang lain. Janganlah kita dengan gampang memberi cap seseorang itu radikal, seseorang itu kafir dll," ucap Yenny.

Bagi Yenny, pelabelan radikal bisa membuat konflik antarmasyarakat. Yenny meminta setiap orang, khususnya muslim, menghargai kepercayaan dan nilai yang dianut oleh muslim lain.

"Menyematkan label pada orang lain hanya akan membuat masyarakat terbelah. Mari kita belajar untuk lebih saling mengerti satu sama lain, dan itu bisa dimulai dengan memahami dan menerima bahwa nilai yang kita anut tidak perlu sama untuk bisa tetap bersatu sebagai bangsa Indonesia," katanya.

Di akhir tulisan postingannya, Yenny Wahid memberikan semangat kepada para santri yang sedang menghapal Alquran. "Buat adik-adik ma'had tahfidz, semangat terus ya dalam upaya menghafal Al Quran. Semoga Allah SWT memberikan barokah berlimpah untuk kalian semua," pungkasnya.


tags: #yenny wahid #radikal #santri

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI