Foto istimewa.

Foto istimewa.

Tolak Vaksinasi, Perwira AD AS Diancam Dipecat

Perintah tersebut telah dilaksanakan Angkatan Darat sejak akhir Agustus lalu.

Rabu, 15 September 2021 | 23:51 WIB - Internasional
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, New York- Setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) memberikan persetujuan edar vaksin Pfizer/BioNTech pada Agustus, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin memerintahkan semua anggota dinas militer aktif diwajibkan untuk menjalani vaksinasi.

Angkatan Darat Amerika Serikat menegaskan, bila ada penolakan dari perwira militer untuk menjalani vaksinasi Covid-19. Maka hukuman yang menolak ini bisa diberi skors dari ketentaraan dan bahkan mungkin diberhentikan.

Perintah tersebut telah dilaksanakan Angkatan Darat sejak akhir Agustus lalu. Walau begitu, imbuh AD AS tentara boleh meminta pengecualian karena alasan medis, agama, atau administrasi.

BERITA TERKAIT:
Anis Matta: Indonesia Harus Punya Skenario Sendiri Menghadapi Perang Supremasi AS-China di Laut China Selatan
Dubes Inggris: AUKUS Tidak Beri Australia Senjata Nuklir
Di Sidang Umum PBB, Biden Singgung Kemerdekaan Palestina
Vaksin Pfizer dan BioNTech Diyakini Picu Respon Kekebalan yang Kuat untuk Anak Usia 11 Tahun
KIA Rilis Harga Sorento PHEV di AS
Tolak Vaksinasi, Perwira AD AS Diancam Dipecat
Banyak Warganya Tolak Vaksin, Joe Biden Geram

Tapi ditandaskan Angkatan Darat dalam pernyataan untuk para komandan, sersan mayor, sersan satu, dan perwira di posisi Daftar Seleksi Komando yang menolak vaksin dan tidak meminta pengecualian akan menghadapi skors dan bebas tugas jika mereka menolak mematuhi perintah tersebut. 

"Meskipun tentara yang menolak vaksin akan dinasihati lebih dulu oleh rantai komando dan petugas medis mereka, kegagalan mematuhi (perintah ini) dapat mengakibatkan hukuman administratif atau nonyudisial, termasuk dibebastugaskan atau dipecat," bebernya.

Menurut Panglima Komando Medis AD AS Raymond Scott Dingle seraya mengutip kekhawatiran terhadap penyebaran varian Delta yang sangat menular hak itu karena berkaitan dengan masalah hidup dan mati. "Ini benar-benar masalah hidup dan mati bagi tentara kita, keluarga mereka, dan komunitas tempat kita tinggal," ucapnya.

Departemen Pertahanan AS hingga pekan lalu, telah melaporkan lebih dari 353.000 kasus COVID-19 di kalangan militer dengan lebih dari 450 kematian.

AD AS berharap seluruh personel unit-unit dinas aktif sudah selesai divaksinasi secara penuh pada 15 Desember, dan unit Cadangan dan Garda Nasional pada 30 Juni tahun depan.
 


tags: #amerika serikat #vaksinasi #perwira

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI