Foto istimewa.

Foto istimewa.

Jepang Kecam Peluncuran Rudal Balistik Korut

Saat ini pihak intelijen Amerika Serikat bersama dengan Korsel sedang melakukan analisis terhadap kasus tersebut.

Rabu, 15 September 2021 | 22:55 WIB - Internasional
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Tokyo- Aksi peluncuran rudal balistik yang dilakukan oleh pemerintah Korea Utara, Rabu (15/9/2021) mendapat kecaman keras oleh Jepang. Peluncuran itu dianggap Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga "keterlaluan".

Tindakan Korea Utara itu, dianggap Yoshihide Suga sebagai ancaman bagi perdamaian dan keamanan kawasan.

BERITA TERKAIT:
Konser Global BTS di Busan Oktober 2022 Nanti Gratis, Benarkah?
Maudy Ayunda Panggil Suami 'Mas Oppa', Netizen Malah Tambah Halu
Kalahkan Korsel 3-0, Jepang Juara EAFF
Setelah Umumkan Produksi Massal, Samsung Kini Rayakan Pengiriman Pertama Chip 3 nanometernya
Resmi Diperkenalkan Ini Tampilan Penuh dan Harga Hyundai Stargazer

Setelah sebelumnya Korea Utara melakukan ujicoba rudal jelajah jarak jauh, pada Rabu (15/9) Korut kembali berulah dengan meluncurkan sepasang rudal balistik di lepas pantai timurnya.

Saat ini pihak intelijen Amerika Serikat bersama dengan Korsel sedang melakukan analisis terhadap kasus tersebut. "Korea Utara menembakkan dua rudal balistik tak dikenal dari wilayah pedalaman tengah menuju pantai timur, dan otoritas intelijen Korea Selatan serta Amerika Serikat sedang melakukan analisis terperinci untuk informasi lebih lanjut," ucap Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) dalam pernyataannya.

Adanya kasus itu membuat JCS menekankan Militer Korsel telah meningkatkan pengawasan dan kesiagaan penuh bersama AS.

Sebelumnya sebuah objek yang bisa jadi merupakan rudal balistik terdetekasi oleh Badan Penjagaan Pantai Jepang, objek tersebut berasal Korut dan mendarat di luar zona ekonomi eksklusifnya.

Menurut kantor kedua pemimpin yakni Suga dan Presiden Korsel Moon Jae-in melaporkan akan mengadakan pertemuan dewan keamanan nasional mereka untuk membahas peluncuran tersebut.


tags: #korea selatan #jepang #korea utara #perdana menteri

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI