Lokasi perampokan. Foto: Istimewa.

Lokasi perampokan. Foto: Istimewa.

Lima Perampok Toko Emas Ditangkap, Satu Pelaku Tewas Ditembak

Aksi perampokan didalagi oleh Handrik yang tewas ditembak mati petugas.

Kamis, 16 September 2021 | 05:10 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Medan – Polisi menangkap lima orang perampok bersenjata api yang menggasak toko emas di Pajak Simpang Limun, Medan, Sumatera Utara (Sumut). Satu di antara perampok itu ditembak mati. Dalam aksinya, perampok mengancam para petugas keamanan pasar serta pemilik toko.

Kapolda Sumut, Irjen Panca Putra memaparkan, kelima tersangka yakni Hendrik Tampubolon, Paul Sitorus, Farel, Prayogi alias Bejo, dan Dian. perampokan itu diduga didalangi Hendrik yang ditembak mati lantaran melawan saat dilakukan penangkapan.

"Hendrik Tampubolon, dari hasil penyelidikan dan penyidikan kita, merupakan otak dari pelaku," tuturnya saat konferensi pers, Rabu (15/9/2021).

BERITA TERKAIT:
Lima Perampok Toko Emas Ditangkap, Satu Pelaku Tewas Ditembak
Seorang Jagal Kucing Divonis 2,5 Tahun Penjara
Sempat Cekcok, Seorang Pemuda Habisi Nyawa Ayah dan Kakak Kandung
Video Ibu Terdaftar PKH Tapi Tak Kunjung Dapat Bantuan Viral
Beritakan Tempat Judi, Pemred di Medan Disiram Air Keras
Polisi Ringkus Pria yang Ludahi Petugas PLN
Tak Terima Ditagih Tunggakan Listrik, Pria Ini Ludahi Petugas PLN

Putra menjelaskan, Hendrik yang mempunyai senjata api mengajak empat pelaku lainnya Paul, Farel, dan Bejo melalui Dian untuk melancarkan aksi perampokan tersebut.

Kejadian bermula saat Hendrik meminta Dian mencarikan orang untuk melakukan aksi kriminalitas. Lalu, Dian pun memperkenalkan tiga kawannya itu kepada Hendrik.

Salah satu pelaku, Dian mengaku yang memperkenalkan Paul, Farel, dan Bejo kepada Hendrik. Menurut Dian, mereka sempat meminta pekerjaan kepadanya.

"Mereka bilang gini, kalau ada yang mengajak-ngajak kriminal, kabari ya Bang," aku Dian.

Meski sudah lama mengenal Hendrik, Dian mengaku sudah lama tak jumpa dengannya, kemudian sewaktu jumpa malah diminta untuk mencari kawan untuk melakukan aksi kriminalitas.

"Sudah lama nggak datang, pas datang nanya ada nggak kawan-kawan pemain, kriminal seperti 363," jelasnya.

Sementara itu, pelaku lainnya Paul mengaku nekat melakukan aksi itu karena uang. "Karena duit Rp 100 juta." akunya.

Saat melancarkan aksi itu, ungkap Paul, Hendrik yang memegang kendali.


tags: #medan #tewas #perampokan #irjen panca putra

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI