Ilustrasi terorisme, Gambar: Istimewa

Ilustrasi terorisme, Gambar: Istimewa

Kronologi Pengepungan Ali Kalora hingga Ditembak Mati

Saat baku tembak ada bom meledak.

Minggu, 19 September 2021 | 11:35 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Parigi Moutong - Satgas Madago Raya mengungkapkan kronologi pengepungan pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora hingga ditembak mati. Kapolda Sulteng Irjen Rudy Sufahriadi mengatakan pihaknya menyita sejumlah barang bukti usai kontak senjata tersebut.

"Kedua DPO yang tewas adalah pimpinan MIT yaitu Ali Kalora beserta pengawalnya asal Banten, Jaka Ramadhan. Mereka berdua dikepung ketika berada di Desa Astina, Kec Torue. Kini DPO MIT tersisa 4 orang dan sampai saat ini masih terus dilakukan pengejaran," ungkapnya, Minggu (19/9).

Rudi mengatakan dari 46 item barang bukti yang disita, terdapat sepucuk senjata jenis M16 dan 9 butir peluru tajam yang digunakan oleh Ali Kalora.

BERITA TERKAIT:
Kronologi Pengepungan Ali Kalora hingga Ditembak Mati
Mahfud MD Minta Masyarakat Tenang Sikapi Ali Kalora Ditembak Mati
Terlibat Baku Tembak dengan Polisi, Ali Kalora dan Satu Anggota MIT Tewas
Gabung MIT dan Rencanakan Bom Bunuh Diri, Pemuda Ini Divonis 4 Tahun Penjara

"Jadi ini semua barang bukti milik Ali Kalora dan Jaka Rhamdan. Terdapat juga ada 2 jenis bom, yaitu bom sumbu dan bom tarik. Sempat meledak dalam kontak senjata, namun Alhamdulillah personel kami tidak ada yang terluka,"  imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan aparat gabungan TNI-Polri sempat terlibat baku tembak dengan Ali Kalora. Dia juga mengatakan ada barang bukti bom yang ditemukan dan terdapat bom yang meledak saat baku tembak.

Bom yang meledak, kata dia, terjadi saat Satgas Madago Raya terlibat baku tembak dengan Ali Kalora dan anggotanya, Jaka Ramadhan.

"Baku tembak itu meledak di Jaka Ramadhan. Ini ada bekas bomnya meledak ini. Entah dia ingin melempar atau ingin bunuh diri," ucap Rudy, Sabtu (18/9).


tags: #ali kalora

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI