Nasabah Koperasi RA didampingi pengacara  Senentyo SH melapor ke Polres Purbalingga, Jumat (8/10/2021). Mereka merasa menjadi korban penipuan koperasi tersebut. (Foto : Joko Santoso)

Nasabah Koperasi RA didampingi pengacara Senentyo SH melapor ke Polres Purbalingga, Jumat (8/10/2021). Mereka merasa menjadi korban penipuan koperasi tersebut. (Foto : Joko Santoso)

Diduga Jadi Korban Penipuan Koperasi, Belasan Pensiunan ASN dan TNI Melapor ke Polisi

Sejumlah nasabah bahkan ada yang terdata meminjam uang di lebih dari satu bank. Padahal selama ini mereka hanya melakukannya di satu bank melalui Koperasi RA.

Jumat, 08 Oktober 2021 | 19:34 WIB - Ragam
Penulis: Joko Santoso . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Purbalingga- Belasan nasabah koperasi Rizki Abadi (RA)  melapor ke Polres Purbalingga, Jumat (8/10/2021). Pasalnya nasabah yang mayoritas adalah pensiunan ASN dan TNI tersebut merasa menjadi korban penipuan yang nilainya bernilai hingga ratusan juta rupiah yang diduga dilakukan oleh pihak koperasi.

“Mereka ini nasabah koperasi RA. Awalnya mereka melakukan peminjaman uang ke koperasi tersebut. Agunannya adalah Surat Keputusan (SK) pensiun. Namun setelah batas waktu proses angsuran selesai, SK mereka tak kunjung dikembalikan. Setelah diteliti melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ternyata nasabah tersebut menunggak angsuran. Sembilan orang nasabah meminta saya mendampingi mereka,” kata pengacara nasabah, Senentyo SH, dari Kantor Hukum Senentyo dan Rekan, usai mendampingi nasabah melapor ke polisi.

Dia menceritakan para pensiunan ASN dan TNI tersebut mengambil gaji pensiun di kantor PT Pos Purbalingga. Dari sana mereka berkenalan dengan pihak koperasi RA, karena petugas koperasi tersebut memiliki stand di kantor tersebut. “Mereka ditawari untuk mengajukan pinjaman dengan agunan SK Pensiun. Karena petugas koperasi mengatakan mereka bekerja sama untuk pencairan pinjaman dengan sejumlah bank,” ujar Senentyo.

BERITA TERKAIT:
Diduga Jadi Korban Penipuan Koperasi, Belasan Pensiunan ASN dan TNI Melapor ke Polisi
Konsumsi Ganja, Pemuda Asal Semarang Diamankan Polres Purbalingga
Polres Purbalingga Ungkap Kasus Pencurian Mobil Pikap, Dua Tersangka Diamankan
Polres Purbalingga Gelar Vaksinasi Massal di Klenteng Hok Tek Bio
Bobol Toko Vape, Residivis Pencurian Dibekuk Polisi
Pesta Miras Oplosan di Tengah Malam, Empat Pemuda Diamankan
Tinjau Vaksinasi Buruh di Purbalingga, Ini Pesan Kapolda Jateng

Nasabah akhirnya tergiur penawaran tersebut. Mereka lalu melakukan peminjaman uang dengan jumlahnya bervariasi ada yang puluhan ada pula yang ratusan juta. Sebagai agunan SK Pensiun diserahkan ke pihak koperasi. “Namun belakangan sejumlah nasabah kecewa karena kendati pinjaman sudah lunas, SK Pensiun mereka tak kunjung dikembalikan,” ungkapnya.

Bahkan ada nasabah lain yang melakukan pengecekan ke OJK menemukan bahwa mereka masih memiliki tunggakan yang dibayarkan ke sejumlah bank pinjaman. Padahal mereka sudah melakukan angsuran melalui pemotongan gaji pensiun setiap bulan melalui PT Pos Purbalingga dan koperasi RA. “Nasabah merasa cemas karena saat ini stand koperasi tersebut sudah tidak ada lagi di kantor PT Pos,” katanya lagi.

Senentyo menambahkan sejumlah nasabah bahkan ada yang terdata meminjam uang di lebih dari satu bank. Padahal selama ini mereka hanya melakukannya di satu bank melalui koperasi RA. Mereka khawatir SK Pensiun yang dijadikan agunan disalahgunakan oleh oknum tertentu untuk meminjam uang di beberapa bank. “Mereka khawatir karena setelah di cek juga melalui Sistem Informasi Layanan Keuangan (SILK) ternyata mereka masih memiliki tunggakan. Padahal mereka sudah dipotong gaji setiap bulan,” lanjutnya.

Oleh karena itu nasabah melapor polisi, karena merasa menjadi korban penipuan dan penggelapan. Sementara pengurus koperasi sampai saat ini sulit dihubungi. Nasabah meminta polisi mengusut kasus dugaan penipuan dan penggelapan ini. “Nasabah minta agar agunan yang mereka serahkan ke pihak koperasi dikembalikan. Selain itu nasabah juga meminta nama mereka dibersihkan. Karena nama mereka di black list sejumlah bank karena dianggap memiliki tunggakan pinjaman. Padahal mereka tidak melakukannya,” tandasnya.

Kasubag Humas Polres Purbalingga Iptu Muslimun membenarkan mengenai adanya laporan dari nasabah koperasi tersebut. Menindaklanjuti laporan tersebut polisi akan melakukan sejumlah langkah, diantaranya meminta keterangan pihak yang terkait persoalan tersebut. “Mulai dari nasabah hingga pihak koperasi,’ ujarnya.


 


tags: #polres purbalingga #pinjaman #koperasi

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI