Ketua Umum PB IDI Dr. Daeng M Faqih, SH MH,.

Ketua Umum PB IDI Dr. Daeng M Faqih, SH MH,.

Dr Daeng: Antibodi Bisa Habis, Sehingga Perlu Vaksinasi Booster untuk Pencegahan Covid-19

Pemerintah mentargetkan akhir tahun ini untuk suntik booster tenaga kesehatan sudah bisa selesai.

Senin, 11 Oktober 2021 | 12:34 WIB - Kesehatan
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang- Ketua Umum PB IDI Dr. Daeng M Faqih, SH MH, mengatakan PB IDI telah mendapatkan laporan dari semua pakar kesehatan terkait dengan vaksinasi booster

"Kami sudah mendapatkan laporan dari semua pakar termasuk pakar dari internal IDI, memang semua negara sekarang sudah banyak melakukan vaksinasi booster. Karena memang kekuatan vaksin itu ada batasnya, antibodi itu ada umurnya. Ada yang mengatakan enam bulan ada yang mengatakan satu tahun," jelas Dr. Daeng usai acara pelantikan pengurus IDI wilayah Jawa Tengah, pada Sabtu (11/10/2021), di Hotel Tentrem, Semarang, Jawa Tengah.

BERITA TERKAIT:
Kasus Bedah Anak Kebanyakan Berasal dari Kelainan Bawaan
Edukasi Masyarakat, IDI Angkat Tema Ilmu Forensik dalam Topik Podcast 
Cakupan Menurun Selama Pandemi Covid-19, BIAN akan Digelar Kembali
Pasien Covid-19 Meningkat, Ketua IDI Wilayah Jawa Tengah Imbau Penerapan Enam Hal
IDI Jateng dan Polda Jawa Tengah Bahas Kerjasama Pelayanan Kesehatan dan Praktik Kedokteran

Oleh itu, menurutnya perlu adanya tindakan booster. Sebab menurutnya bila tidak dilakukan booster maka antibodi akan habis. "Kalau tidak dibooster maka antibodi akan habis, seperti orang yang tidak pernah kena vaksinasi. Jadi booster di beberapa negara telah disiapkan," sambungnya.

Dr Daeng bersyukur, karena Indonesia saat ini kebijakan booster akan didorong. Saat ini kebijakan booster sudah berjalan untuk tenaga kesehatan. "Yang sudah berjalan adalah booster bagi tenaga kesehatan, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa 100 persen," ujarnya.

Menurut Ketua Umum PB IDI itu kenapa tenaga kesehatan didahulukan, karena memang resiko yang didapatkan nakes beresiko tinggi tugas kesehatan itu. "Banyak jurnal itu mengatakan lebih dari tiga kali lipat, tenaga kesehatan gampang tertular daripada yang lain. Sehingga banyak tenaga kesehatan yang banyak tumbang," jelasnya.

ID mencatat, hingga saat ini sebanyak 730 dokter yang sudah gugur dalam penanganan Covid-19. "Sehingga untuk mencegah tidak gugur lagi, atau tidak gampang gugur lagi. Kita mendorong ada booster prioritas untuk tenaga kesehatan," imbuhnya.

Dr Daeng menandaskan prioritas ini bukan hanya untuk kepentingan dokter, namun untuk kepentingan pelayanan. "Kalau dokter dan tenaga pelayanan itu banyak yang kena ataubanyak yang wafat, maka kita khawatir pelayanan jadi akan sulit. Bahkan mungkin operasional ditutup seperti kejadian di Kudus kemarin," ucap Dr Daeng.

Ia menambahkan pihaknya tidak tahu persis berapa jumlah tenaga kesehatan yang telah menerima vaksinasi booster dari pemerintah, meski begitu ia menyatakan pemerintah mentargetkan akhir tahun ini untuk suntik booster tenaga kesehatan sudah bisa selesai.

Tapi diingatkan Dr Daeng, karena saat ini pemerintah baru mentargetkan suntik pertama dan kedua untuk masyarakat. Sehingga booster untuk masyarakat baru bisa dikasihkan, setelah nanti total penerima suntik pertama dan kedua di masyarakat telah mencapai 50 hingga 70 persen seperti yang ditargetkan pemerintah.

"Prediksi pemerintah di awal tahun 2022, booster untuk masyarakat mulai dilakukan," katanya.
 


tags: #idi #tenaga kesehatan #vaksinasi #booster #dr. daeng m faqih

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI