Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/BAPPENAS Medrilzam. Foto: Dok. Kuasakatacom.

Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/BAPPENAS Medrilzam. Foto: Dok. Kuasakatacom.

Orang Indonesia Buang Makanan Setara Rp 551 Triliun Per Tahun

Dalam 20 tahun terakhir, terang Medrilzam, kandungan energi yang hilang dari food loss and waste setara dengan porsi makanan sebanyak 61 juta-125 juta orang per tahun.

Selasa, 12 Oktober 2021 | 11:46 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Semarang - Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, pembangunan rendah karbon memprioritaskan implementasi penanganan limbah dan ekonomi sirkular. Namun pada tahun 2017, The Economist Intelegce Unit menyatakan bahwa Indonesia adalah penghasil food loss and waste terbesar kedua di dunia.

Terkait hal itu, Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN BAPPENAS Medrilzam mengatakan, banyak kajian-kajian dari global sering kali menyamaratakan banyak hal. Sehingga hal tersebut menutupi hal-hal yang detail. Hal tersebut sering menempatkan Indonesia pada peringkat yang tidak bagus.

"Hal ini sama dengan saat Indonesia disebut sebagai negara terbesar membuang sampah di laut. Ternyata setelah diteliti dengan betul, tidak sebesar itu." tutur Medrilzam saat menjadi pembicara di Morning Chat Media dengan tema ‘Indonesia Mubazir Makanan, Kok Bisa?’ pada Selasa (12/10/2021) pagi.

BERITA TERKAIT:
Ini Penyebab Orang Mubazir Makanan, Nomor Lima Sering Dilakukan
Orang Indonesia Buang Makanan Setara Rp 551 Triliun Per Tahun

Melihat data itu, pada tahun 2020 lalu, Kementerian PPN/BAPPENAS bekerjasama dengan World Resouces Institute dan Waste 4 Change yang didukung oleh UKFCDO, melaksanakan kajian food loss dan waste yang bertujuan untuk mengetahui data dasar (baseline) dan proyeksi food loss and waste di Indonesia. Di samping itu juga untuk mengidentifikasi strategi pengelolaan food loss and waste untuk mengimplementasikan pembangunan rendah karbon dan ekonomi sirkular.

Kajian ini dilakukan dalam empat fase selama delapan bulan. Data dikumpulkan dari stakeholder meeting, wawancara ahli dan praktisi, survei pengukuran timbunan sampah makanan, serta survei quistionnaire. Dalam kajian ini, yang dimaksud food loss adalah hilangnya jumlah pangan pada tahap produksi, pasca panen dan penyimpanan, serta pemprosesan dan pengemasan. Sementara itu, food waste adalah pangan yang dibuang pada tahap distribusi dan retail serta konsumsi.

Dari hasil kajian, food loss and waste di Indonesia selama 20 tahun berada di rentan 23 juta-48 juta ton sampah makanan, atau setara dengan 115-184 kilogram per kapita per tahun. Kerugian ekonomi selama 20 tahun terakhir setara dengan 4%-5% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yakni sekitar Rp 213- Rp 551 triliun per tahun. Dari 11 jenis pangan yang ada, sayur-sayuran menjadi pangan yang pengelolaannya paling tidak efisien. Sementara padi-padian adalah pangan yang menimbulkan kerugian ekonomi paling besar.

"Alhamdulillah setelah kita kaji betul secara mendalam, ternyata tidak sampai 300 (kg makanan) lah. Ternyata kalau dari perkembangannya dari tahun 2000-2019 memang trennya naik. Kita membuang-buang makanan dari 115 kg per orang per tahun naik menjadi sekitar 184 kg per orang per tahun." ujar Medrilzam.

Dalam 20 tahun terakhir, terang Medrilzam, kandungan energi yang hilang dari food loss and waste setara dengan porsi makanan sebanyak 61 juta-125 juta orang per tahun. "Kalau dihitung-hitung secara keseluruhan, food loss and waste di Indonesia itu setara feeding (memberi) makanan untuk orang-orang yang membutuhkan sebanyak 61 juta-125 juta orang." paparnya.

"Yang menarik ada pergeseran antara food loss dan waste. Pada tahun 2000-an, food loss jauh lebih besar dengan food waste. Tapi terjadi bergeseran dari tahun 2000-2019, food waste-nya yang lebih besar. Ini mungkin karena ada interfensi teknologi sehingga produksi makin lama semakin efisien. Namun perilaku kita tidak berubah, sehingga food waste terhitung tinggi." imbuhnya.

Sementara dari sisi emisi gas rumah kaca, food loss and waste selama 20 tahun di Indonesia megeluarkan emisi sebesar 1.702,6 megaton karbon dioksida equifalent. Atau setara dengan luas pulau Jawa dan Nusa tenggara Barat (NTB) jika ditanami pohon.


tags: #food loss and waste #direktur lingkungan hidup kementerian ppn bappenas #medrilzam #indonesia mubazir makanan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI