Logo MUI, Gambar: Istimewa

Logo MUI, Gambar: Istimewa

Ketua MUI Nikahkan Putrinya yang Masih SMP

Pernikahan siswi kelas 3 SMP yang usianya masih 15 tahun itu tidak tercatat resmi di KUA.

Selasa, 12 Oktober 2021 | 14:29 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Jakarta - Ketua MUI di Maluku menikahkan putrinya yang masih SMP ditanggapi Ketua MUI Pusat Abdullah Jaidi.

"Kalau secara syari boleh dan sah. Tetapi secara UU Perkawinan dalam situasi sekarang ini belum cukup matang dan masih membutuhkan pendidikan seperti teman-temannya. Ya memang kalau sudah lulus SMA sekitar umur 18 tahun maka sudah cukup matang," ungkapnya, Selasa (12/10).

Meski demikian, ia mengatakan pernikahan pada prinsipnya membutuhkan persetujuan dari calon mempelai wanita. Selain itu, restu dari orang tua menjadi hal utama.

BERITA TERKAIT:
Ketua MUI Nikahkan Putrinya yang Masih SMP

Sebelumnya, Kasubbag Umum dan Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Abdul Karim Rahantan menyebut pernikahan siswi SMP tersebut terjadi pada 29 September lalu. 

"Dia sebetulnya bukan hadir sebagai kapasitas Kepala KUA. Kebetulan pernikahan itu dilangsungkan, dan yang bersangkutan berada di Namrole, lalu kemudian beliau diundang untuk menghadiri," ujar Abdul dalam keterangan tertulis, Senin (11/10).

Ia menjelaskan pernikahan siswi kelas 3 SMP yang usianya masih 15 tahun itu tidak tercatat resmi di KUA. Meski Kepala KUA menghadiri acara.

"Pernikahan ini tidak tercatat secara resmi, tidak dilaporkan di KUA di daerah administrasi di mana pernikahan itu dilaksanakan. Jadi yang bersangkutan (Kepala KUA) hanya menghadiri, lalu kebetulan diberikan porsi membaca rawi dan tidak dilakukan pencatatan," katanya.

Kepala KUA hadir di acara pernikahan anak di bawah umur tersebut karena berteman baik dengan ayah siswi SMP yang menikah.

"Kalau menurut penjelasan Plt Kemenag Buru Selatan itu (Kepala KUA) mereka sudah hidup lama dengan Ketua MUI (orang tua siswi), lalu sudah menganggap seperti keluarga. Seperti itu penjelasan beliau yang saya dapat," ungkapnya.

Abdul menyebut pihaknya melalui sudah memanggil Kepala KUA yang hadir di acara pernikahan anak di bawah umur. Dia juga diinterogasi terkait sikapnya tidak mencegah pernikahan anak usia dini.

"Seharusnya Kepala KUA mengambil langkah, yaitu pencegahan perkawinan, karena perkawinan itu di bawah usia. Kalaupun yang bersangkutan tetap melakukan perkawinan berarti harus mengarahkan untuk mendapatkan dispensasi, karena usianya di bawah umur harus mendapat dispensasi dari pejabat terkait," tutupnya.


tags: #ketua mui #menikahkan putrinya #masih smp

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI