Foto istimewa.

Foto istimewa.

Pengembangan Senjata Korut, Menurut Kim Jong Un untuk Mencegah Perang

Korut dan Korsel terlibat dalam perlombaan senjata.

Selasa, 12 Oktober 2021 | 22:53 WIB - Internasional
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Pyongyang- Saat berpidato pada Pameran Pengembangan pertahanan bahwa Pyongyang, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan pengembangan senjata negaranya diperlukan untuk menghadapi kebijakan permusuhan dari Amerika Serikat dan pembangunan militer di Korea Selatan yang mengancam stabilitas Semenanjung Korea.

Kim seperti dilaporkan kantor berita Korut KCNA, menyatakan hanya meningkatkan kemampuan militernya guna membela diri, dan bukan untuk memulai perang. "Kami tidak membahas perang dengan siapa pun, melainkan untuk mencegah perang dan menghindari perang demi perlindungan kedaulatan nasional," ucapnya.

Kim menyampaikan pernyataan tersebut saat berdiri di depan berbagai senjata, termasuk rudal balistik antarbenua Hwasong-16, berdasarkan foto yang dirilis di surat kabar partai berkuasa Rodong Sinmun.

BERITA TERKAIT:
Pengembangan Senjata Korut, Menurut Kim Jong Un untuk Mencegah Perang
China Raih Piala Sudirman untuk ke 12 Kalinya
KIA Rilis Harga Sorento PHEV di AS
Jepang Kecam Peluncuran Rudal Balistik Korut
Bertemu Ketua Parlemen Korea, Puan Harap Kerja Sama Vaksin Corona Makin Diintensifkan
Hyundai Senjatai Genesis GV60 dengan Pengisi Daya Nirkabel
China Masih Kokoh di Puncak Klasemen Olimpiade, Indonesia Ranking 39

Untuk diketahui Hwasong-16 merupakan rudal balistik antarbenua terbesar Korut dan diluncurkan pada parade militer, tetapi belum diuji coba.

Kim menambahkan pernyataan Amerika Serikat bahwa mereka tidak memiliki perasaan bermusuhan terhadap Korut menurutnya sulit dipercaya dalam menghadapi "penilaian dan tindakan yang salah" yang terus berlanjut.

Menurut Kim, upaya "tidak terbatas dan berbahaya" yang dilakukan oleh Korsel untuk memperkuat militernya "menghancurkan keseimbangan militer di Semenanjung Korea dan meningkatkan ketidakstabilan dan bahaya militer".

Menurut Kim dalih Korsel itu tidak masuk akal dan cenderung menekan Korut. "Dengan dalih tidak masuk akal untuk menekan ancaman kami, Korea Selatan telah secara terbuka menyatakan keinginannya untuk mengungguli kami dalam kekuatan militer di berbagai kesempatan," ungkapnya.

Korut dan Korsel terlibat dalam perlombaan senjata, dengan kedua belah pihak menguji rudal balistik jarak pendek yang semakin canggih serta perangkat keras lainnya.

Belum lama ini Korsel melakukan uji coba peluncuran rudal balistik kapal selam pertamanya. Negara itu berencana untuk membangun senjata baru yang besar termasuk kapal induk, dan telah membeli pesawat tempur siluman F-35 buatan Amerika.

Sedangkan program misil mulai kembali dilanjutkan oleh Korut, yang para analis sebut sebagai ekspansi besar-besaran dari reaktor nuklir utamanya yang digunakan untuk memproduksi bahan bakar untuk bom nuklir.

AS mengatakan bersedia mengadakan pembicaraan diplomatik kapan saja dengan Korut, tetapi Pyongyang mengatakan tidak tertarik selama Washington mempertahankan kebijakan permusuhan seperti sanksi dan kegiatan militer di Korsel.


tags: #korea selatan #korea utara #amerika serikat #pertahanan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI