Foto istimewa.

Foto istimewa.

Sejumlah Ilmuwan Austria dan Israel Simulasikan Hidup di Mars

Tim ilmuwan tersebut terdiri dari enam orang.

Selasa, 12 Oktober 2021 | 20:30 WIB - Internasional
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, New York- Perjalanan di Planet Mars disimulasikan oleh sejumlah ilmuwan yang berasal dari Asosiasi Austria dengan Badan Antariksa Israel dan grup lokal D-Mars.

Simulasi itu dilakukan di Kawah Ramon yang terletak di gurun Israel selatan. Di tempat tersebut, seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (12/10/2021), terdapat pemandangan berbatu merah dan berbukit yang kurang lebih menyerupai keadaan di Planet Mars. Ilmuwan melengkapi pemandangan itu dengan sederet panel surya.

Tim ilmuwan tersebut terdiri dari enam orang: lima pria dan satu wanita. Keenam orang itu telah mulai mensimulasikan bagaimana rasanya hidup selama sekitar satu bulan di planet merah.

BERITA TERKAIT:
Sejumlah Ilmuwan Austria dan Israel Simulasikan Hidup di Mars
Pertama Kali, Mobil Rover NASA Menjelajahi Planet Mars
Nilai Perusahaan Milik Elon Musk Terus Naik
Wahana UEA Kirim Foto Mars Secara Dekat
Berselisih dengan FAA, Elon Musk Pesimis Proyek ke Mars Berjalan

Karena benar-benar mensimulasikan seakan berada di Mars, mereka pun di luar, mengenakan pakaian luar angkasa tiruan yang dilengkapi dengan kamera, mikrofon, dan sistem pernapasan mandiri. Selain itu habitat AMADEE-20 mereka terselip di bawah singkapan berbatu. Di dalam, mereka tidur, makan, dan melakukan eksperimen. 

Menurut Direktur Forum Antariksa Austria Gernot Gromer mereka benar- benar mengaplikasikan serta mengevaluasi latihan tersebut. "Kami memiliki motto fail fast, fail cheap, dan memiliki kurva belajar yang curam. Karena untuk setiap kesalahan yang kami buat di bumi ini, kami berharap kami tidak mengulanginya di Mars," ujarnya.

Baru-baru ini, sejumlah wahana Mars telah memikat penggemar astronomi di seluruh dunia dengan robot penjelajah seperti NASA Perseverance, serta helikopter Ingenuity yang pertama kalinya digunakan untuk menawarkan pandangan sekilas ke permukaan planet. Tapi, misi berawak kemungkinan akan berjalan lebih dari satu dekade.

Proyek AMADEE-20, harusnya dijalankan pada tahun 2020. Namun adanya pandemi Covid-19 membuat proyek itu ditunda. Orang orang yang tergabung dalam tim itu berharap dapat membawa wawasan baru yang akan membantu mempersiapkan misi itu, ketika waktunya datang.

"Habitatnya, saat ini, adalah yang paling kompleks, stasiun penelitian analog paling modern di planet ini," jelas Gromer.

Keenam anggota tim itu, lanjut Gromer terus-menerus berada di depan kamera, tanda-tanda vital mereka dipantau, pergerakan mereka di dalam dilacak untuk menganalisis tempat favorit untuk berkumpul. Semua ini untuk lebih memahami faktor manusia.

Di luar, insinyur dan spesialis lain bekerja dengan drone dan rover untuk meningkatkan navigasi dan pemetaan otonom di dunia di mana GPS tidak tersedia.

Mereka secara keseluruhan, akan melakukan lebih dari 20 percobaan di bidang termasuk geologi, biologi dan kedokteran dan berharap untuk mempublikasikan beberapa hasil ketika selesai. "Kami adalah enam orang yang bekerja di ruang sempit di bawah banyak tekanan untuk melakukan banyak tes. Pasti ada tantangan," ucap salah satu tim, Alon Tenzer. 

Alon Tenzer pada simulasi itu mengenakan pakaian antariksa yang membawa peralatan berbobot sekira 50 kg. "Tapi saya percaya kru saya bahwa kami mampu mengatasi tantangan itu," ujarnya.


tags: #mars #austria #israel

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI