Ketua DPC PDI Perjuangan Kebumen Saiful Hadi.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kebumen Saiful Hadi.

Sepakat Pernyataan Bambang Pacul, Ketua DPC PDI Perjuangan Kebumen: Kritik Deklarasi Terkesan Memaksa

Partai berlambang banteng moncong putih tersebut juga besar bukan karena orang per orang yang sekarang muncul sebagai tokoh karena dibesarkan partai dan didukung para kader. 

Selasa, 12 Oktober 2021 | 19:38 WIB - Politik
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang- DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kebumen sepakat dengan pernyataan Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Wuryanto bahwa kader banteng harus selalu dalam barisan. Ketua DPC PDI Perjuangan Kebumen Saiful Hadi mengkritik deklarasi pencapresan yang terkesan memaksa dan disertai narasi PDI Perjuangan akan hancur jika tidak mencalonkan Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024.

“Saya setuju dengan pernyataan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah sekaligus Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul bahwa banteng selalu dalam barisan,” kata Saiful Hadi, Selasa (12/10/2021).

Saiful membenarkan DPC PDI Perjuangan Kebumen mengusulkan Puan Maharani sebagai Capres dalam Rakercab 29 Mei 2021. Usulan itu bukanlah deklarasi dan disertai penegasan bahwa struktur partai tetap tegak lurus apapun keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

BERITA TERKAIT:
50 Kader Perempuan PDIP Purbalingga dan Banyumas Ikuti Pembekalan PUAN Indonesia
PDI Perjuangan Jateng: Bambang Pacul Terbukti Berprestasi Jalankan Perintah Ketua Umum 
Banyak Kader Hebat di PDIP, Namun Keputusan Capres 2024 Kewenangan Megawati
Bambang Pacul Disebut Lahirkan Kader Bebek, Baginda: Orang Itu Tidak Paham Fakta PDIP Jateng Hari Ini
Baginda: Polemik Banteng Vs Celeng Tak Pengaruhi Soliditas Kader PDIP Jateng
Kritik Deklarasi Terkesan Memaksa, Ketua DPC PDI Perjuangan Kebumen Sepakat Pernyataan Bambang Pacul
Sepakat Pernyataan Bambang Pacul, Ketua DPC PDI Perjuangan Kebumen: Kritik Deklarasi Terkesan Memaksa

"Hal ini tetap disebut sebagai langkah barisan karena itu acara resmi partai dan menyusun program kerja sampai 2024. Sifatnya usulan disertai penegasan DPC tetap tegak lurus,” kata anggota Komisi A DPRD Jateng tersebut.

Dia menambahkan, pihaknya juga taat terhadap surat DPP No 3134 tanggal 11 Agustus 2021. Setelah muncul surat tersebut, DPC PDI Perjuangan Kebumen tidak lagi berbicara Puan Maharani sebagai capres, tapi berbicara Puan sebagai Ketua DPR RI dan Ketua DPP Partai. Karena itu dia yakin PDI Perjuangan tetap solid berada dalam satu barisan dan satu komando Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. 

Menurut Saiful, saat ini DPC sedang fokus melaksanakan instruksi Ketua Umum untuk turun ke masyarakat membantu warga yang terdampak Covid-19, mempercepat vaksinasi, serta melakukan perbaikan ekonomi. “Jadi clear (PDI Perjuangan) Kebumen bukan celeng,” tegasnya. 

Saiful lantas mengkritik deklarasi yang muncul selama ini terkesan memaksa agar seseorang dijadikan capres. Selain itu, deklarasi dibumbui narasi PDI Perjuangan akan hancur jika tidak mencalonkan Ganjar Pranowo maju Pilpres 2024. 

“Bahkan ada pernyataan pengurus partai siap dipecat, calonnya harus Ganjar, dengan kalimat PDI Perjuangan akan hancur tanpa Ganjar. Ini pendapat yang salah dan hanya berdasar asumsi. Narasi ini juga banyak beredar di medsos,” paparnya.

Dikatakan Saiful, seorang kader partai semestinya yakin PDI Perjuangan menjadi besar karena akar sejarah dengan Bung Karno, kepemimpinan Megawati Soekarnoputri, struktur partai sampai tingkat bawah, barisan tersusun rapi, dan memiliki pemilih loyal. Partai berlambang banteng moncong putih tersebut juga besar bukan karena orang per orang yang sekarang muncul sebagai tokoh karena dibesarkan partai dan didukung para kader. 

“Saiful Hadi ini bukan siapa-siapa. Tanpa PDI Perjuangan, tidak mungkin jadi Ketua DPC dan anggota dewan. Begitu juga Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Jangan silau oleh ketokohan orang-orang yang besar karena PDI Perjuangan,” ujarnya. 


tags: #pdi perjuangan #bambang pacul #kebumen #celeng

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI