Walikota Semarang Hendrar Prihadi.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi.

Penurunan Tanah di Semarang Capai 10 Cm, Hendi Setuju Larangan Penggunaan Air Tanah

Untuk mencegah semakin terjadinya penurunan tanah, Hendi akan mengusulkan kepada Gubernur Jawa Tengah agar menaikkan tarif penggunaan air tanah.

Rabu, 13 Oktober 2021 | 04:30 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang– Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengaku setuju bila pemerintah pusat menerapkan larangan penggunaan air tanah. Sebab, penggunaan air tanah berdampak buruk pada lingkungan, salah satunya yakni penurunan permukaan tanah.

“Saya setuju (dengan rencana itu). Pengambilan air tanah yang berlebihan menimbulkan permukaan tanah turun,” kata pria yang akrab disapa Hendi ini, ditemui di kantor dinasnya, Selasa (12/10/2021).

Ia menuturkan, di Kota Semarang sendiri ada permasalahan pelik terkait penurunan muka tanah yang setahun mencapai 5 hingga 10 centimeter. Untuk mencegah semakin terjadinya penurunan tanah, ia pun akan mengusulkan kepada Gubernur Jawa Tengah agar menaikkan tarif penggunaan air tanah.

BERITA TERKAIT:
Djarum Foundation Berikan 50 Konsentrator Oksigen untuk Penanganan Covid-19 Kota Semarang
Mulai Hari Ini, ASN Pemkot Semarang Kerja di Kantor 100 Persen. Tak ada WFH
Kota Semarang Dapat Bantuan 1.400 Dosis Vaksin dari AXA Mandiri Financial
Hendi: Pembangunan Kota Cerdas Tak Hanya Soal Digitalisasi
Momen Pertempuran Lima Hari di Semarang, Hendi Ajak Warga Berjuang Lawan Covid-19
Pemkot Semarang Prioritaskan Pembangunan Panel Surya untuk Suplai Listrik
Kota Semarang Raih Penghargaan Pengarustamaan Gender

“Itu kewenangannya ada di Pemprov Jateng. Meskipun kita dapat pajak air tanah yang kecil, tapi yang mengatur besaran tarif kan di Pemprov Jateng. Saya akan segeralah bicara dengan pak Gubernur agar tarif air tanah naik 100 persen atau 200 persen,” jelasnya.

Dengan langkah awal menaikkan tarif ini, ia meyakini masyarakat bisa meninggalkan air tanah dan beralih menggunakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Hendi pun menyebut, pemerintah telah berusaha menyediakan air bersih untuk warga agar mereka tak terus terusan menggunakan air tanah. Salah satunya, di Jajaran Pemkot Semarang ada PDAM untuk warga.

“Dulu PDAM hanya mengcover 60 persen warga, sekarang PDAM sudah mengcover lebih dari 80 persen warga,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan PDAM agar maksimal dalam memberikan layanan kepada pelanggan, seperti mencegah terjadinya kebocoran, menghadirkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Pudak Payung dan lain lain.


tags: #walikota semarang #hendrar prihadi #penurunan tanah #pemerintah pusat

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI