Peternak ayam di Desa Sukorejo Kecamatan Musuk, membersihkan kandang ayam yang tampak kosong. Selasa (12/10/2021). Foto: Diskominfo Boyolali.

Peternak ayam di Desa Sukorejo Kecamatan Musuk, membersihkan kandang ayam yang tampak kosong. Selasa (12/10/2021). Foto: Diskominfo Boyolali.

Harga Pakan Melonjak-Nilai Jual Telur Anjlok, Peternak Kurangi Populasi untuk Bertahan

Harga telur yang hanya mencapai Rp 14.000 per kilogram dan pakan ayam diharga Rp 6.800 per kilogram.

Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:29 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Boyolali – Memasuki masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, ternyata masih dikeluhkan oleh masyarakat khususnya para peternak ayam maupun peternak ayam petelur. Hal tersebut lantaran harga jual telur yang semakin anjlok dan harga pakan yang masih tinggi.

Kepala Desa Sukorejo, Kecamatan Musuk, Erik Darmadi menjelaskan para peternak ayam di wilayahnya sebagian sudah gulung tikar. Dari semula berjumlah 15 hingga 25 peternak, kini tersisa sekitar 10 peternak ayam yang memiliki ayam sebanyak 1000 ekor. Pihaknya kini fokus untuk membantu memasarkan telur ke konsumen.

“Jadi Pemerintah Desa fokus bisa ikut membantu supaya pemasaran telur bisa berjalan terus, pakan jagung juga bisa terjangkau supaya peternak bisa bertahan.” tuturnya, Selasa (12/10/2021).

BERITA TERKAIT:
Harga Pakan Melonjak-Nilai Jual Telur Anjlok, Peternak Kurangi Populasi untuk Bertahan
Picu Kerumunan, Aksi Bagi-bagi Telur Gratis Dibubarkan Polisi
Kunjungi Peternakan Domba di Yosorejo Pekalongan, Gus Yasin Tertarik Pengolahan Pakan
Usai Dilakukan Audiensi, Peternak Babi di Kebakkramat Bersedia Relokasi Kandang
PPKM Diperpanjang, Harga Telur Ayam Terus Turun
Dua Tahun Dipelihara Hingga Berbobot 1 Ton, Sapi Milik Peternak di Sragen Ini Akhirnya Dibeli Jokowi
KUR Siapkan 1.000 Sapi untuk 100 Peternak di Sragen, Bayarnya Setelah Panen

Untuk mensiasati kondisi seperti itu, sejumlah peternak ayam melakukan pengurangan populasi ayam miliknya. Seperti yang dilakukan oleh peternak dari Desa Doplang, Kecamatan Teras, Heri Ardianto.

Pengurangan populasi ayam, kata dia, bertujuan agar biaya operasional sehari hari masih berjalan. “Terpaksa kami menjual beberapa ayam kami afkir walaupun sebenarnya itu belum waktunya afkir, masih produktif, tetapi dengan terpaksa untuk bertahan, ayamnya harus dijual.” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dengan harga telur yang hanya mencapai Rp 14.000 per kilogram dan pakan ayam diharga Rp 6.800 per kilogram, menurutnya hal tersebut tidak bisa menutup biaya operasional sehari hari.

Akibatnya, dia yang dulu memiliki ternak ayam sejumlah 5.000 ekor, kini hanya tersisa 1.000 ekor ayam di kandangnya.


tags: #peternak #ayam #telur #boyolali

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI