Ilustrasi sampah. Foto: Istimewa.

Ilustrasi sampah. Foto: Istimewa.

Pengelolaan Sampah di Sukoharjo Dinilai Kurang Maksimal

Belum seluruh sampah yang diterima oleh TPS/TPS3R segera diolah atau diangkut ke TPA.

Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:29 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Sukoharjo – Efektivitas kinerja pengelolaan sampah di Kabupaten Sukoharjo dinilai belum maksimal. Hal tersebut berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukoharjo Agus Suprapto menerangkan, BPK melakukan pemeriksaan ini untuk menilai efektivitas upaya pemerintah daerah dalam pengurangan dan penanganan sampah rumah tangga (SRT) dan sampah sejenis sampah rumah tangga (SSSRT) pada Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dan instansi terkait Lainnya di Sukoharjo.

Agus menuturkan, ruang lingkupnya yakni upaya pemerintah daerah dalam mendorong pengurangan SRT dan SSSRT pada masyarakat dalam rangka mencapai target pengurangan sampah. Serta upaya pemerintah daerah dalam penanganan SRT dan SSSRT melalui pengolahan sampah telah sesuai dengan standar.

BERITA TERKAIT:
Pengelolaan Sampah di Sukoharjo Dinilai Kurang Maksimal
Tim KKN MIT DR XII Kelompok 38, Berkesempatan Belajar Pengelolaan Sampah Memanfaatkan Maggot BSF

”Yang dulu baru audit pendahuluan, yang ini audit rinci,” tuturnya, Selasa (12/10/2021).

Hasil identifikasi masalah dari BPK, kata dia, yakni belum seluruh sampah yang diterima oleh TPS/TPS3R segera diolah atau diangkut ke TPA, sehingga dapat membuat pencemaran lingkungan di dekat TPS/TPS3R tersebut. Selain itu, belum ada pemilahan sampah sepenuhnya oleh masyarakat atau komunitas pengelola tempat pengolahan di TPS/TPS3R maupun oleh pemda. Tak hanya itu, belum ada pengolahan sampah sepenuhnya di TPA, yaitu langkah pemadatan, pengomposan, daur ulang materi, dan daur ulang energi secara memadai, sehingga membuka peluang pencemaran lingkungan sekitar TPA.

”Sampah harusnya dipilah menjadi jenis sampah organik dan unorganik. Pengelola hanya mengambil sampah yang masih memiliki nilai ekonomis baik organik maupun unorganik sehingga sampah yang diangkut ke TPA masih berupa sampah campuran dan dapat mengurangi masa manfaat dari TPA.” terangnya.

Terpisah, Inspektor Kabupaten Sukoharjo Djoko Poernomo menjelaskan, pemeriksaan ini merupakan lanjutan dari pemeriksaan pendahuluan beberapa waktu lalu. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui efektivitas kinerja pengelolaan persampahan. ”Pemeriksaan mulai Senin (11/10) kemarin.” ujarnya.

Meski pemeriksaan tidak dilakukan secara langsung, namun itu merupakan cara mengetahui efektivitas, efisiensi dan ekonomisnya suatu kegiatan. Pemeriksaan ini titik beratnya ada di efektivitas pengelolaan kegiatan.


tags: #pengelolaan sampah #badan pemeriksa keuangan #bpk #sukoharjo

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI