Bea Cukai Tanjung Emas Musnahkan Barang Milik Negara Senilai 2 Miliar

Pemusnahan ini dilakukan sesuai Peraturan Menteri Keuangan.

Rabu, 13 Oktober 2021 | 11:29 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Semarang – Kantor Bea Cukai Tanjung Emas memusnahkan ribuan barang milik negara (BMN) eks Kapabeanan, pada Selasa (12/10/2021). Barang tersebut dimusnahkan setelah pihak importir tak bisa menunjukkan dokumen impor barang di Pelabuhan Tanjung Emas. 

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Anton Martin mengatakan pemusnahan ini merupakan salah satu penyelesaian atas Barang Milik Negara (BMN) Eks Kepabeanan dan Cukai dari importasi melalui Pelabuhan Tanjung Emas, melalui Barang Kiriman dan Barang Bawaan Penumpang dengan nilai kurang lebih 2,1 Milliar. BMN yang dimusnahkan merupakan hasil tegahan Kantor Bea Cukai Tanjung Emas yang berasal dari Importasi melalui Pelabuhan Tanjung Emas.

“BMN itu berupa 3652 Carton minuman mengandung etil alkohol dengan jenis 3600 ctn bir mmea golongan b, 52 ctn mmea golongan c, 30 ctn mme arak china golongan c dengan nilai barang mencapai 1,1 milliar rupiah dan nilai cukai mecapai 1,9 milliar rupiah, 200 unit mesin bitcoin dengan nilai mencapai 200jt, 604 pasang sepatu, 1140 pcs makanan hewan, 330 ctns refrigerant R-22, ratusan unit elektronik berupa ipad, telepon genggam dan laptop dalam berbagai merek, ratusan package produk pertanian, obat dan suplemen, alat kesehatan,” kata Anton, di kantor dinasnya, Rabu (13/10/2021).

BERITA TERKAIT:
Bea Cukai Tanjung Emas Hibahkan Kedelai dan Laptop ke Pemprov Jateng serta Akademisi
Bea Cukai Tanjung Emas Musnahkan Barang Milik Negara Senilai 2 Miliar
Petugas Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Rokok Ilegal di Truk Muatan Ambulance Rusak
Seorang Pekerja Proyek Ditangkap BNNP Jateng Usai Terima Paket Berisi Tembakau Gorila
Bea Cukai Musnahkan Rokok Ilegal Senilai Milyaran Rupiah
Bea Cukai Semarang Minta Dukungan Masyarakat untuk Berantas Peredaran Rokok Ilegal
Bea Cukai Semarang Musnahkan Ribuan Batang Rokok Ilegal

Selain itu, kata dia, BMN yang dimusnahkan melalui Barang Kiriman dan Barang Bawaan Penumpang ada juga berupa 495 unit sextoys, puluhan bibit dan benih tanaman, puluhan box obat dan suplemen, kosmetik, senjata tajam, berbagai macam jenis bahan makanan dan lain-lain.

“Sebagian besar BMN merupakan barang lartas (dilarang dan/atau dibatasi) dimana pemilik barang atau importir tidak dapat melampirkan dokumen perijinan dari instansi terkait baik melalui Pelabuhan Tanjung Emas, Bandara Ahmad Yani, maupun Perusahaan Jasa Titipan (PJT) dan Penyelenggara Pos,” jelasnya.

pemusnahan ini, lanjutnya, dilakukan sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor  178/PMK.04/2019 tentang Penyelesaian Terhadap Barang yang Dinyatakan Tidak Dikuasai, Barang yang Dikuasai Negara, dan Barang yang Menjadi Milik Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 51/PMK.06/2021 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara Yang Berasal Dari Aset Eks Kepabeanan dan Cukai.

“Dengan pemusnahan ini diharapkan masyarakat mengetahui bahwa Bea Cukai selalu menindaklanjuti barang yang pemasukannya tidak sesuai dengan ketentuan. Selain dilelang dan dihibahkan, Bea Cukai juga dapat memusnahkan barang dengan kategori busuk, kadaluwarsa, dilarang diekspor atau diimpor, tidak mempunyai nilai ekonomis, berdasarkan peraturan perundang-undangan harus dimusnahkan. Diharapkan pula masyarakat dapat mematuhi peraturan yang berlaku dalam mengimpor barang,” tegas dia.


tags: #bea cukai #tanjung mas #pemusnahan #anton martin

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI