Wakil Presiden Maruf Amin. Foto istimewa.

Wakil Presiden Maruf Amin. Foto istimewa.

Kelalaian Korporasi Bisa Jadi Ancaman Perdamaian dan Keamanan Dunia

Berkaca dari hal itu para pengusaha, didorong oleh Maruf Amin untuk memberlakukan konsep kerja sesuai prinsip syariah.

Rabu, 13 Oktober 2021 | 12:48 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- Ancaman terhadap perdamaian dan keamanan dunia saat ini, diingatkan oleh Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin tidak selalu hanya bersifat militer. Namun ancaman itu bisa juga dalam bentuk kelalaian korporasi terhadap keberlangsungan hidup para pekerjanya.

Hal itu disampaikan Wapres Maruf dalam video di acara The 5th International Conference on Law and Justice (ICLJ) dengan tema Sharia, Law and Sustainability in the New Normal yang diselenggarakan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (13/10/2021). 

"Ancaman juga dapat ditimbulkan oleh korporasi dan bisnis yang tidak memperhatikan kerusakan lingkungan dan kehidupan masyarakat, khususnya para pekerjanya," ucap Wapres Ma’ruf Amin.

BERITA TERKAIT:
Kelalaian Korporasi Bisa Jadi Ancaman Perdamaian dan Keamanan Dunia
Gus Yasin Perintahkan Jajarannya Prioritaskan Penanganan Anak Yatim Piatu di Daerah Kemiskinan Ekstrem
Wapres Optimis Jateng Mampu Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem Akhir Tahun
Kasus Covid-19 Terus Menurun, Maruf: Ekonomi Mulai Bertumbuh
Peringati Hari Statistik Nasional, Wapres Dorong BPS Hasilkan Data Berkualitas
Wapres: Indonesia Berpotensi Jadi Produsen Halal Terbesar di Dunia
Wapres: Sektor Pariwisata Paling Terpukul Selama Pandemi

Maruf menambahkan kelalaian korporasi yang merugikan para pekerjanya itu, seperti yang terjadi pada 2013 yakni insiden runtuhnya Rana Plaza di Dhaka, Bangladesh yang menewaskan sedikitnya 1.132 orang.

Gedung Rana Plaza di Dhaka merupakan kompleks pabrik, bank, apartemen dan toko, dimana sehari sebelum kejadian telah diberikan peringatan karena ada retakan di gedung tersebut. Tapi peringatan itu tidak diindahkan oleh beberapa pengusaha dan mereka tetap membuka pabrik, sehingga para pekerja menjadi korban.

"Peristiwa ini menggambarkan pihak korporasi tidak memperhatikan keselamatan para pekerjanya dan tidak bertanggung jawab terhadap perlindungan mereka," katanya.

Berkaca dari hal itu para pengusaha, didorong oleh Maruf Amin untuk memberlakukan konsep kerja sesuai prinsip syariah, dengan benar-benar menjamin keselamatan para pekerja. "Hal ini menunjukkan perlunya kerangka kerja yang menjamin keselamatan para pekerja, sesuai dengan semangat maqashid syariah," katanya lagi.

Maruf Amin menyatakan prinsip-prinsip syariah tersebut setidaknya merangkum lima hal penting, yakni memelihara agama, memelihara jiwa, memelihara akal, memelihara keturunan, dan memelihara harta.


tags: #wakil presiden #maruf amin #pengusaha #pekerja

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI