Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Abang Baginda Muhammad Mahfuz Hasibuan.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Abang Baginda Muhammad Mahfuz Hasibuan.

Baginda: Polemik Banteng Vs Celeng Tak Pengaruhi Soliditas Kader PDIP Jateng

PDI Perjuangan adalah partai yang menganut ajaran Bung Karno, yakni menjalankan kepemimpinan dengan prinsip demokrasi terpimpin.

Rabu, 13 Oktober 2021 | 15:07 WIB - Politik
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang- Ramainya polemik banteng vs celeng, ditanggapi Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Abang Baginda Muhammad Mahfuz Hasibuan tidak bakal mengancam soliditas partai berlogo kepala banteng tersebut.

"Wacana yang sekarang berkembang apakah itu mengancam soliditas PDIP di Jawa Tengah, saya rasa tidak. Karena dari dulu hingga sekarang yang namanya kader partai itu atau banteng sejati tersebut mereka paham posisinya seperti apa, mereka paham betul hal mereka itu seperti apa. Sehingga itu tidak akan berpengaruh." ungkap Baginda kepada wartawan, Rabu (13/10/2021).

Justru hal itu, lanjut Baginda akan membuat para banteng banteng sejati itu atau kader PDI Perjuangan yang benar benar kader akan semakin solid. "Akan semakin merapatkan barisan, karena merasa ini ada orang yang berupaya memecah belah," ujarnya.

BERITA TERKAIT:
Bambang Pacul Disebut Lahirkan Kader Bebek, Baginda: Orang Itu Tidak Paham Fakta PDIP Jateng Hari Ini
Baginda: Polemik Banteng Vs Celeng Tak Pengaruhi Soliditas Kader PDIP Jateng
Sebaran Vaksin di Jawa Tengah Timpang, DPRD Jateng Tagih Vaksinasi ke Pemprov
DPRD: Mitigasi Pemprov Jateng Lemah, Beli 6 Isotank Mau Buat Apa?
Pansus Covid-19 DPRD Jateng akan Dorong Pemprov Jateng Serius Tangani Kasus Corona

Menurut Baginda banteng dan celeng itu di PDI Perjuangan bukanlah istilah baru, sejak lama sudah dipakai. "Kalau menurut saya kenapa ada istilah banteng dan celeng ini berangkat dari pidatonya Bung Karno pada tanggal 23 Januari 1945, saat itu Bung Karno mengatakan syarat terbentuknya partai pelopor itu adalah disiplin kader partai. Oleh karena itu PDI ketika ingin menjadi partai pelopor maka seluruh kader harus disiplin," jelas Baginda.

"Disiplin yang bagaimana? disiplin yang tegak lurus terhadap apa yang menjadi keputusan. kader yang berpedoman kepada sikap politik, berpedoman kepada kebijakan, dan berpedoman kepada program perjuangan partai," imbuhnya.

Baginda menambahkan semua paham PDI Perjuangan adalah partai yang menganut ajaran Bung Karno, yakni menjalankan kepemimpinan dengan prinsip demokrasi terpimpin. "Sehingga yang namanya kader partai itu bisa suka-sukanya dia, kader partai itu harus tegak lurus, harus taat, patuh terhadap AD ART Partai, terhadap keputusan keputusan partai, khususnya kongres partai dimana salah satunya mengamanatkan keputusan calon presiden dan calon wakil presiden itu sepenuhnya kewenangan ibu Ketua Umum," terangnya.

Baginda mengingatkan kenapa memilih banteng, karena banteng itu hewan yang cara hidupnya berkumpul dan bergerombol yang kemana-mana selalu bersama sama dalam satu barisan dan dipimpin oleh pejantan yang kuat perkasa yang mampu melindungi seluruh anggotanya. "Itu karakter banteng, mereka selalu bersama-sama," lanjutnya.

Sedangkan celeng, kata Baginda berbeda dengan banteng. "celeng itu hewan yang hidup sendiri dan cenderung merusak. Jadi istilah banteng itu adalah kader yang sebenar-benarnya kader PDI Perjuangan, sedangkan celeng itu yang katanya kader PDI Perjuangan tapi tidak sesuai dengan karakter seharusnya kader PDIP," kata anggota DPRD Provinsi Jateng tersebut.
 


tags: #abang baginda muhammad mahfuz hasibuan #pdi perjuangan #celeng #kader

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI