Ilustrasi

Ilustrasi

Olahraga Intensitas Tinggi Dua Jam Sebelum Tidur, Akibatkan Orang Terlelap

Latihan intensitas tinggi menyebabkan respons sistem saraf simpatik yang kuat atau dikenal dengan respon melawan atau lari.

Rabu, 13 Oktober 2021 | 23:56 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Ottawa- Agar anda dapat tidur lebih nyenyak di malam hari ini, tips ini sangat baik untuk dilakukan yakni dengan acara melakukan olahraga dengan intensitas tinggi yang dilakukan dua jam sebelum tidur.

Para peneliti di Universitas Concordia, Kanada, seperti dikutip dari Healthline pada Rabu, (13/10/2021), melakukan analisis data dari penelitian sebelumnya yang berhubungan dengan efek olahraga intensitas tinggi pada kualitas tidur.

Menurut temuan para peneliti tersebut, berolahraga dua jam atau lebih sebelum tidur dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Seseorang akan tertidur lebih cepat dan tidur lebih lama.

BERITA TERKAIT:
Olahraga Intensitas Tinggi Dua Jam Sebelum Tidur, Akibatkan Orang Terlelap
Empat Cara Jitu Meningkatkan Kualitas Tidur Anda

Walau begitu, ternyata olahraga yang dilakukan menjelang waktu tidur juga memiliki dampak negatif yakni menyebabkan seseorang membutuhkan waktu lebih lama untuk tertidur dan tidur dalam waktu yang lebih singkat.

penelitian Melibatkan 194 Orang
Untuk melakukan penelitian, tim melakukan tinjauan literatur yang berhubungan dengan topik ini di enam database ilmiah utama. Mereka mampu mengidentifikasi total 15 percobaan yang melibatkan 194 orang.

Para peserta yang diteliti itu adalah orang yang tidur nyenyak atau sehat secara fisik antara usia 18 dan 50 tahun. Setiap studi menggunakan ukuran objektif, seperti polisomnografi atau actigraphy, atau penilaian subjektif peserta untuk menilai bagaimana olahraga intensitas tinggi mempengaruhi tidur orang.

Data yang telah mereka kumpulkan, kemudian dianalisis oleh tim itu. Dan hasilnya adalah bagaimana waktu olahraga mempengaruhi tidur.

Untuk individu yang lebih banyak duduk, saat melakukan olahraga setidaknya dua jam sebelum tidur, menurut kesimpulan penelitian orang akan itu tertidur lebih cepat dan tidur lebih lama. 

Tapi bila olahraga tersebut dilakukan kurang dari dua jam sebelum tidur, maka yang terjadi adalah sebaliknya. Orang-orang membutuhkan waktu lebih lama untuk tertidur dan tidur dalam waktu singkat.

olahraga yang dilakukan antara 30 dan 60 menit, menurut hasil penelitian akan meningkatkan onset dan durasi tidur. Latihan bersepeda adalah yang paling bermanfaat dalam membantu orang tertidur dan tidur nyenyak.

Namun, penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa olahraga intensitas tinggi, tidak peduli kapan itu terjadi, sedikit menurunkan kondisi tidur rapid-eye-movement (REM).

tidur REM dikaitkan dengan mimpi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penurunan tidur REM mungkin memiliki efek negatif pada tugas kognitif.

Latihan Intensitas Tinggi
Seorang profesor di bidang olahraga dan ilmu olahraga dari Wayne State University's College of Education, Tamara Hew-Butler, DPM, PhD, FACSM, menyatakan latihan intensitas tinggi menyebabkan respons sistem saraf simpatik yang kuat atau dikenal dengan respon melawan atau lari.

Menurutnya respon melawan adalah respons bertahan hidup yang dimiliki tubuh dalam menghadapi ancaman baik yang nyata atau yang dirasakan. Ini mempersiapkan seseorang untuk melawan ancaman itu atau melarikan diri ke tempat yang aman dengan meningkatkan detak jantung, tekanan darah serta laju pernapasan.

Sedangkan respon fisiologis yang sama ini dipicu oleh olahraga yang intens, membuat seseorang siap untuk bertindak, bukan tidur.

Banyak orang berpikir, kata Hew-Butler bahwa latihan intensitas tinggi yang dilakukan dalam waktu sekitar tiga jam sebelum tidur dapat mengganggu tidur, terutama tertidur karena meningkatkan gairah, suhu inti tubuh, stres, dan hiperaktif simpatik.

Lebih lanjut Hew-Butler menjelaskan ini juga dapat menyebabkan "penundaan fase" dalam ritme sirkadian sehingga menyebabkan seseorang begadang dan bangun lebih lambat karena pelepasan melatonin yang tertunda, hormon yang memicu kantuk di malam hari.

Sedangkan menurut ahli gizi yang berspesialisasi dalam nutrisi olahraga sekaligus juru bicara di Academy of Nutrition and Dietetics Yasi Ansari, MS, RDN, bahwa penelitian ini menyarankan olahraga intensitas tinggi di malam hari mungkin bermanfaat untuk kualitas tidur malam hari.

Namun, bila Anda berolahraga mendekati waktu tidur, hal tersebut justru malah mengganggu tidur. Terlepas dari apa yang ditunjukkan oleh penelitian, Ansari menyarankan agar setiap orang menyesuaikan kebiasaan olahraga dengan tubuhnya sendiri.

"Saya mendorong pembaca untuk memahami apa yang paling cocok untuk mereka, baik jenisnya serta waktu olahraga yang mendukung tidur mereka," kata Ansari.

"Meskipun ada penelitian di luar sana dan rekomendasi yang didukung penelitian, penting juga bagi setiap orang untuk melihat apa yang terbaik untuk diri mereka, energi, dan kualitas tidur mereka," lanjutnya.


tags: #tidur #olahraga #energi #penelitian

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI