Ilustrasi korupsi, Gambar: Istimewa

Ilustrasi korupsi, Gambar: Istimewa

Korupsi Rp5,2 M, Lurah Nonaktif di Gunungkidul Ngaku Buat Bayar Utang

Tersangka terancam hukuman paling lama 20 tahun penjara atau seumur hidup.

Kamis, 14 Oktober 2021 | 08:25 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Gunungkidul - Tersangka kasus dugaan korupsi ganti rugi lahan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Gunungkidul yang sempat buron Roji Suyanta terancam hukuman seumur hidup. lurah nonaktif Karangawen Girisubo Gunungkidul ini mengaku uang hasil uang korupsi dipakai untuk bayar utang.

Kapolres Gunungkidul AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah menyebut kasus ini berawal dari uang ganti rugi lahan JJLS senilai total Rp 7.128.828.000 yang masuk ke rekening kalurahan. Uang sekitar Rp 7 miliar itu merupakan ganti rugi dari aset Karangawen yang terkena proyek JJLS.

"Tapi tersangka hanya mentransfer sekitar Rp 1,885 miliar ke rekening kalurahan. Sedangkan Rp 5,243 miliar sisanya tidak disetorkan, begitu pula pendapatan bunga yang mencapai Rp 15,692 juta. Jadi totalnya Rp 5,258 miliar," ungkap Aditya, Rabu (13/10).

BERITA TERKAIT:
Korupsi Rp5,2 M, Lurah Nonaktif di Gunungkidul Ngaku Buat Bayar Utang
KPK Periksa Kadishub Probolinggo
Kejari Tahan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Blora
KPK Panggil Kepala Kepegawaian Probolinggo 
Jadi Tersangka, Azis Syamsuddin Perdana Diperiksa KPK
Suap Bupati Probolinggo, KPK Panggil Tiga Mantan Ajudan Hasan Aminuddin
Unggah Korupsi di Tegal, Ketua GNPK RI Divonis Penjara Tujuh Bulan

"Dari keterangan dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Manusia (DPUP-ESDM) DIY, uang tersebut ditransfer ke rekening pribadi RS," jelasnya.

Dalam kasus ini polisi menyita laporan pertanggungjawaban APBDes 2019-2020, rekening koran kas desa (kalurahan) 2019-2021, serta rekening koran milik tersangka. Pihaknya juga masih mengembangkan kasus tersebut.

"Sementara baru 1 orang yang kami tetapkan tersangka yaitu Lurah Karangawen ini. Untuk lainnya masih kami selidiki," ujar Aditya.

Dia menyebut Roji dijerat dengan Pasal 2 subsider Pasal 3 lebih subsider Pasal 8 UU RI Nomor 31/1999, sebagaimana diubah UU RI Nomor 20/2021 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi.

"Ancaman hukumannya paling lama 20 tahun penjara atau seumur hidup," ucapnya.

Sementara itu, Roji mengakui mentransfer Rp1,8 miliar dari rekening pribadinya ke rekening kalurahan. Roji menyebut uang itu telah habis dipakai untuk pembangunan Balai Kalurahan Karangawen, sedangkan sisanya sekitar Rp5 miliar telah dia habiskan.

"Uangnya saya setorkan ke kalurahan terlebih dahulu. Kemudian yang lainnya saya gunakan karena saya terlilit utang, baik dengan bank, dan perorangan," pungkasnya.


tags: #korupsi #lurah nonaktif #gunungkidul

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI