Brigadir NP, oknum polisi yang membanting pendemo mahasiswa di Tangerang minta maaf, Foto: Istimewa

Brigadir NP, oknum polisi yang membanting pendemo mahasiswa di Tangerang minta maaf, Foto: Istimewa

Banting Mahasiswa, Polisi: Refleks

Usai dibanting, Faris kemudian kejang-kejang dan sempat pingsan.

Kamis, 14 Oktober 2021 | 08:55 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Tangerang - Brigadir NP, polisi banting mahasiswa Tangerang M Faris Amrullah atau MFA (21) akhirnya meminta maaf. Brigadir NP mengaku dirinya refleks saat mengamankan Faris seusai demo yang berujung ricuh. Peristiwa itu terekam video dan viral di media sosial. Dalam rekaman video, Faris dipiting lehernya, lalu dibanting ala pertarungan bebas smackdown oleh NP ke lantai.

Faris kemudian kejang-kejang dan sempat pingsan. Faris mengaku dirinya baik-baik saja hanya mengalami pegal-pegal setelah dibanting NP.

Insiden tersebut terjadi saat sekelompok mahasiswa berdemo di depan Pemkab Tangerang Banten, Rabu (13/10). Polisi dan mahasiswa sempat dorong-dorongan.

BERITA TERKAIT:
Komnas HAM: Polisi Banting Mahasiswa Potensial Langgar HAM
Polisi Banting Mahasiswa, Begini Hasil Rontgen Toraks
Polisi Banting Mahasiswa, Ini Sederet Kasus Kekerasan Polisi terhadap Pendemo
Polisi Banting Mahasiswa, Bupati Tangerang Ikut Minta Maaf
Banting Mahasiswa, Brigadir NP Siap Tanggung Jawab
Dibanting Polisi, Mahasiswa Maafkan Tapi Takkan Lupa
Banting Mahasiswa, Polisi: Refleks

Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro menyebut peristiwa itu diawali ketika mahasiswa memaksa masuk dan bertemu dengan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar. Padahal Ahmed Zaki Iskandar saat itu tidak ada di kantornya karena sedang menghadiri peringatan HUT ke-389 Kabupaten Tangerang di tempat lain.

"Ketegangan terjadi saat tim negosiator Polresta Tangerang meminta perwakilan dari elemen mahasiswa untuk bertemu dengan pejabat, kebetulan Bapak Bupati sedang melaksanakan kegiatan HUT, sehingga tidak bisa menemui," ungkap dalam jumpa pers, Rabu (13/10) malam.

Kericuhan terjadi hingga akhirnya polisi dan mahasiswa terlibat dorong-mendorong. Pihak kepolisian saat itu mengamankan satu orang yang diduga menjadi provokator.

"Namun dari pihak mahasiswa tetap mengotot untuk bisa bertemu dengan Bupati dan harus Bupati yang menemui yang bersangkutan sehingga dari situlah terjadi dorong-mendorong sehingga kondisi kita amankan satu orang awalnya yang memprovokasi mahasiswa," sambungnya.

Kericuhan tak terelakkan. Saat itulah oknum polisi membanting pendemo, M Faris Amrullah.

"Sehingga terjadilah kericuhan dan timbul salah satu dari korban atas nama MFA," jelas Wahyu.

Wahyu mengatakan Brigadir NP telah meminta maaf secara langsung kepada Faris. 

"Oknum NP sudah meminta maaf secara langsung kepada Saudara MFA dan orang tua saudara MFA dan tindakan tersebut bersifat refleks dan tidak ada tujuan mencelakai yang bersangkutan," jelasnya.


tags: #polisi banting mahasiswa #brigadir np

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI