Guru SMPN 2 Selomerto Wonosobo Puji Narima Wati tengah mempresentasikan inovasi

Guru SMPN 2 Selomerto Wonosobo Puji Narima Wati tengah mempresentasikan inovasi "Sapu Lidi". Foto: Emhaka/kuasakata.com

Inovasi 'Sapu Lidi' Masuk Top 33 KIPP Provinsi Jateng, Seperti Apa?

Dengan adanya inovasi di bidang pendidikan itu akan mempermudah siswa dan guru.

Kamis, 14 Oktober 2021 | 10:04 WIB - Didaktika
Penulis: Emhaka . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Wonosobo – Produk inovasi Strategi Pelayanan Publik untuk Siswa dan Guru Melalui Budaya Literasi Digital (Sapu Lidi), hasil karya Puji Narima Wati, guru Bahasa Inggris SMP Negeri 2 Selomerto Wonosobo, berhasil masuk nominasi Top 33 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tingkat Provinsi Jawa Tengah. 

Belum banyak yang tahu, bahwa inovasi tersebut berawal dari rasa prihatin akibat rendahnya minat baca tulis (literasi) siswa dan berimbas pada kebiasaan mereka melakukan plagiarism (mencontoh karya orang lain) saat mengerjakan tugas sekolah. 

Perihal tersebut, diungkap inovator Sapu Lidi, Puji Narima Wati saat ditemui seusai evaluasi Top 33 Nominator KIPP Jateng, di Ruang Kertonegoro Setda Wonosobo Jawa  Tengah. Diharapkan inovasi di bidang pendidikan tersebut akan mempermudah siswa dan guru.

BERITA TERKAIT:
Inovasi 'Sapu Lidi' Masuk Top 33 KIPP Provinsi Jateng, Seperti Apa?

“Awalnya karena kami prihatin dengan kurangnya minat baca para siswa SMP Negeri 2 Selomerto. Sehingga kami mencoba untuk membuat program membaca dan menulis secara digital melalui aplikasi chat Whatsapp (WA),” terang Puji.

Tulisan para siswa melalui platform pesan digital tersebut, oleh Puji, kemudian dilakukan check orisinalitasnya menggunakan portal Small SEO Tools yang tersedia di internet. Hal itu, sebagai upaya agar karya siswa murni hasil pikiran sendiri. Bukan merupakan copy paste karya orang lain.

“Hasil cek langsung di Small SEO Tools menunjukkan sebagian besar hasil tugas siswa memang produk plagiasi. Sehingga kami meminta mereka mengulang pengerjaannya dengan tidak mencontoh lagi karya orang lain,” beber penulis buku yang telah menerima apresiasi Top 5 Inovasi Pelayanan Publik tingkat Wonosobo tersebut. 

Setelah melalui uji coba dan upaya untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap minat literasi digital, Puji menyebut, kebiasaan plagiasi para siswa, khususnya pada tugas-tugas membuat essai, buku puisi dan cerpen menurun drastis. 

“Akhir tahun ajaran lalu, hanya ditemukan 10 siswa saja yang melakukan plagiasi dan itu pun tidak utuh sehingga bisa kami maklumi. Dengan naiknya minat literasi digital, saya gembira, karena nilai rata-rata siswa SMP Negeri 2 Selomerto mengalami peningkatan dari 82 menjadi 83 poin," terangnya.

Perlu Dibenahi

Namun demikian, dibalik keberhasilan menguatkan kegemaran baca dan tulis siswa, Puji mengakui dari hasil evaluasi KIPP tersebut, masih banyak yang perlu dibenahi dan diperbaiki. 
“Ada pesan dari dewan juri, agar karya ini benar-benar nantinya dikembangkan secara mandiri dan bukan berkolaborasi dengan pihak lain,” terangnya. 

Saat ini, inovasi Sapu Lidi, diakui Puji, masih merupakan hasil kerjasama dengan GMB Indonesia terutama dalam hal penyediaan literasinya.

“Alhamdulillah ada dukungan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga yang akan membentuk tim gerakan literasi sekolah. Sehingga kami optimis harapan tersebut dapat dipenuhi,” tandasnya. 

Dirinya berharap inovasi sederhana yang mudah untuk diterapkan itu akan mampu menembus persaingan di kompetisi ketat tingkat Provinsi dan dapat diimplementasikan lebih luas di seluruh sekolah di Wonosobo.

Harapan Puji selaras dengan apresiasi dari Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum Supriyadi. Pihaknya mengaku sangat mendukung upaya Puji sebagai insan pendidik untuk mengembangkan inovasinya, demi terwujudnya kemajuan bidang pendidikan di Wonosobo. 

“Dengan adanya inovasi yang asyik dan kreatif ini, tentu menjadi lebih optimis bidang pendidikan di Wonosobo bakal turut meningkat, khususnya di tengah pemanfaatan sarana digital dalam pengajaran di masa pandemi global Covid-19 seperti saat ini,” harapnya. 

Pemkab Wonosobo, disebut Supriyadi, akan terus berupaya mendorong agar karya-karya inovatif lain di sektor pelayanan publik juga segera bermunculan dan mampu berbicara banyak di kompetisi di tingkat provinsi maupun nasional.


tags: #guru smpn 2 selomerto wonosobo #puji narima wati #sapu lidi

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI