Ilustrasi pinjaman online, Foto: Istimewa

Ilustrasi pinjaman online, Foto: Istimewa

Kantor Pinjol Ilegal Digerebek, 56 Karyawan Diamankan

Sindikat ini menaungi 17 aplikasi pinjol.

Kamis, 14 Oktober 2021 | 10:31 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Jakarta - Polres Metro Jakarta Pusat menggerebek kantor pinjaman online atau pinjol ilegal di Ruko Sedayu Square Cengkareng Jakarta Barat. Sebanyak 56 karyawan diamankan polisi. Sindikat ini menaungi 17 aplikasi pinjol.

Kapolres Metro Jakarta Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi membenarkan soal penggerebekan tersebut. "Benar, saat ini masih kami lakukan pemeriksaan," ungkapnya, Kamis (14/10).

Penggerebekan dilakukan Tim Unit Krimsus Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat pada Rabu (13/10). Penggerebekan ini juga menindaklanjuti perintah Kapolri sebagaimana arahan Presiden Jokowi untuk menertibkan pinjol ilegal.

BERITA TERKAIT:
Peran Tujuh Tersangka Pinjol Ilegal di Sleman
Jejak Bos Pinjol Ilegal di Sleman Belum Terlacak
Enam Orang Ditetapkan sebagai Tersangka Pinjol Ilegal di Jakbar
Diteror Debt Collector Pinjol Ilegal Sleman, Warga Trauma
Daftar 14 Aplikasi Pinjol Ilegal di Kalbar yang Digerebek
Puan: Jerat Lintah Darat Online Sampai ke Bosnya!
Polisi Amankan 89 Orang dari Kantor Pinjol di Sleman

Polisi kemudian menggerebek kantor pinjol yang berlokasi di Ruko Sedayu Square Blok H 36 Cengkareng, Jakarta Barat. Saat penggerebekan, polisi mendapati puluhan karyawan yang sedang beraktivitas.

Hengki belum merinci lebih detail soal kronologi penangkapan. Polisi akan segera menggelar konferensi pers terkait penangkapan para pelaku.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut menyoroti perkembangan digitalisasi di dunia keuangan. Namun perkembangan tersebut justru menimbulkan pinjol yang menerapkan bunga tinggi hingga merugikan masyarakat bawah.

Hal itu disampaikan Jokowi saat membuka acara OJK Virtual Innovation Day 2021. Saat pembukaan di Istana Kepresidenan juga dihadiri oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso.

Awalnya Jokowi berbicara mengenai gelombang digitalisasi yang terjadi beberapa tahun terakhir ini. Digitalisasi itu dipercepat oleh adanya pandemi Covid-19.

"Kita lihat bank berbasis digital bermunculan, juga asuransi berbasis digital bermunculan dan berbagai macam e-payment harus didukung," tuturnya dilansir dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (11/10).

Di sisi lain, perkembangan digitalisasi di dunia keuangan juga menjadi pupuk munculnya penyelenggara fintech, termasuk fintech syariah. Inovasi fintech juga semakin berkembang, dari ekonomi berbasis peer to peer hingga business to business.

Dari situ Jokowi berbicara mengenai fintech peer to peer lending alias pinjol yang ternyata marak terjadi penipuan. Mereka juga menerapkan bunga yang mencekik masyarakat.

"Tetapi pada saat yang sama, saya juga memperoleh informasi banyak penipuan dan tindak pidana keuangan telah terjadi. Saya mendengar masyarakat bawah yang tertipu dan terjerat bunga tinggi oleh pinjaman online yang ditekan dengan berbagai cara untuk mengembalikan pinjamannya," pungkasnya.


tags: #pinjol ilegal #digerebek

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI