Ilustrasi tanaman padi. Foto: Istimewa.

Ilustrasi tanaman padi. Foto: Istimewa.

Banyak Diminati, Produksi Padi Srinuk dan Srinar Bakal Ditingkatkan

Widiyanti menjelaskan hasil panen di lahan perkembangan Desa Kahuman mencapai rata-rata 7,9 ton gabah kering giling.

Kamis, 14 Oktober 2021 | 14:59 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Klaten - Pada tahun 2022 mendatang, Pemkab Klaten melalui Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) menargetkan penambahan luas lahan tanam padi Rojolele Srinuk dan Srinar. Hal tersebut terkait dengan peningkatan permintaan terhadap padi varietas unggulan Kota Bersinar.

Widiyanti selaku Kepala DPKPP Klaten, menerangkan bahwa padi Rojolele Srinuk dan Srinar saat ini telah dikembangkan dengan luas lahan tanam sekitar 100 hektare.

“Lahan tanamnya berada di tiga wilayah, salah satunya di Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo yang menjadi lokasi panen raya padi Srinuk dan Srinar bersama Bupati Klaten, Senin lalu. Lahan ini merupakan lahan pengembangan yang dipantau langsung oleh DPKPP Klaten.” tuturnya, Rabu (13/10/2021).

BERITA TERKAIT:
Banyak Diminati, Produksi Padi Srinuk dan Srinar Bakal Ditingkatkan
Produktivitas Padi di Kudus Meningkat
33.010 Hektare Padi di Kudus Terendam Banjir

Selain tanaman yang masuk di lahan pengembangan, petani lokal juga turut menanam varietas unggulan ini yang luas lahannya sekitar 50 hektare. Adapun 150 hektare lahan tanam padi Rojolele Srinuk dan Srinar tersebar di Polanharjo, Delanggu, Wonosari, Juwiring, Karanganom, Trucuk, Ceper, Kalikotes, Klaten Selatan, Jogonalan, Karangnongko, dan Manisrenggo.

“Srinuk menjadi varietas favorit petani, khususnya yang menanam secara mandiri. Karena memiliki bulir lebih besar, sementara ciri khas Srinar memiliki bulir lebih ramping dan Panjang.” paparnya.

Widiyanti menjelaskan hasil panen di lahan perkembangan Desa Kahuman mencapai rata-rata 7,9 ton gabah kering giling, sementara potensi panen mencapai 9,75 ton per hektare. Capaian hasil panen tersebut dinilai cukup representatif jika disandingan dengan hasil panen padi varietas unggulan lainnya.

“Capaian hasil panen di lahan pengembangan ini menjadi penting untuk menarik minat petani lokal agar mau menanam padi Rojolele Srinuk dan Srinar. Kami juga gencar sosialisasi, salah satunya lewat panen raya agar semakin banyak petani yang berminat menanam padi unggulan ini dan luas penanamannya semakin meningkat,” katanya menjelaskan.

Sementara untuk memenuhi permintaan beras Srinuk dan Srinar khususnya di kalangan ASN, diperkirakan membutuhkan lahan tanam seluas 300 hektare. Luasan tersebut berdasarkan hitungan potensi panen yang dibandingkan jumlah ASN dan pegawai BUMD yang menjadi konsumen beras Srinuk dan Srinar.

“Kebutuhan untuk sekitar 9.300 ASN dan pegawai BUMD yang ada di Kabupaten Klaten dalam setahun, ini menjadi perhitungan kami. Dibutuhkan sekitar 300 hektare luas lahan tanam padi Srinuk dan Srinar, tentunya ini akan ditambah secara bertahap.” tukasnya.


tags: #tanaman padi #klaten #rojolele #dinas pertanian ketahanan pangan dan perikanan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI