Ilustrasi Komnas HAM, Gambar: Istimewa

Ilustrasi Komnas HAM, Gambar: Istimewa

Komnas HAM: Polisi Banting Mahasiswa Potensial Langgar HAM

Komnas HAM telah melakukan pemantauan awal atas kejadian ini dengan cara berkomunikasi dengan Kapolres Tangerang.

Kamis, 14 Oktober 2021 | 15:50 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Jakarta - Komnas HAM mengecam polisi banting mahasiswa saat demon di Kabupaten Tangerang Banten. Komnas HAM menilai polisi banting mahasiswa berpotensi melanggar hak asasi manusia.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, terlihat mahasiswa sedang aksi demonstrasi di depan kantor Pemerintah Kabupaten Tangerang Banten. Di tengah situasi yang tampak tak kondusif, polisi memiting leher mahasiswa MF kemudian menjauhkannya dari titik keramaian massa aksi.

Kemudian polisi itu membanting tubuh MF ke lantai. MF pun kejang-kejang kemudian pingsan.

BERITA TERKAIT:
Komnas HAM: Polisi Banting Mahasiswa Potensial Langgar HAM
Polisi Banting Mahasiswa, Begini Hasil Rontgen Toraks
Polisi Banting Mahasiswa, Ini Sederet Kasus Kekerasan Polisi terhadap Pendemo
Polisi Banting Mahasiswa, Bupati Tangerang Ikut Minta Maaf
Banting Mahasiswa, Brigadir NP Siap Tanggung Jawab
Dibanting Polisi, Mahasiswa Maafkan Tapi Takkan Lupa
Banting Mahasiswa, Polisi: Refleks

"Komnas HAM mengecam tindakan represif dan kekerasan yang dilakukan oleh petugas kepolisian terhadap aksi demonstrasi mahasiswa kemarin di depan Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya tindakan men-smackdown salah satu peserta aksi," ungkap Ketua Komnas HAM Choirul Anam, Kamis (14/10).

"Tindakan ini tidak sesuai dengan prinsip-prinsip kemanusiaan dan tentu saja ini potensial melanggar hak asasi manusia," sambungnya.

Ia mengatakan tindakan polisi itu berpotensi melanggar protap internal. Dengan demikian, ia mendesak polisi menindaklanjuti kejadian ini agar tak terulang kembali.

"Kami yakin juga melanggar protap internal kepolisian. Oleh karenanya, ini harus diupayakan agar tidak terulang kembali di mana pun dan untuk siapa pun di Indonesia," tukasnya.

Lebih lanjut, menyampaikan Komnas HAM telah melakukan pemantauan awal atas kejadian ini dengan cara berkomunikasi dengan Kapolres Tangerang. Kapolres Tangerang, lanjutnya, menginformasikan bahwa Propam Polri dan Paminal Polda Banten sudah melakukan pemeriksaan terhadap petugas tersebut.

"Oleh karenanya, dalam pemeriksaan ini, kami berharap agar kepolisian, Propam, Paminal baik dari Polda maupun dari Mabes Polri bisa bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel," tegasnya.

"Pentingnya bekerja dalam prinsip-prinsip itu agar memastikan bahwa peristiwa-peristiwa di kelak kemudian hari tidak berulang kembali dan menjadi satu efek jera ketika ini memang ada kekerasan atau pelanggaran kepada siapa pun anggota kepolisian untuk tidak melakukan hal serupa," lanjutnya.

Meski demikian, ia mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh Polda Banten dan Mabes Polri untuk segera memeriksa petugas yang bersangkutan. Terlebih, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah menginstruksikan kepada jajarannya untuk melakukan pendekatan yang humanis.

"Respons cepat yang dilakukan oleh kepolisian baik dari Polda, dari Mabes Polri, maupun dari Kapolres sendiri itu kami apresiasi respons cepatnya, tapi kami tunggu akuntabilitas dan kami tunggu transparansinya bagaimana proses pemeriksaan tersebut," pungkasnya.


tags: #polisi banting mahasiswa #tangerang #komnas ham

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI