Menteri BUMN Erick Thohir, Foto: Istimewa

Menteri BUMN Erick Thohir, Foto: Istimewa

Empat Alasan Aliansi Dosen UNJ Tolak Pemberian Honoris Causa Ma'ruf Amin-Erick Thohir

Usulan pemberian gelar doktor honoris causa kepada pejabat negara juga kontraproduktif terhadap upaya memulihkan nama baik institusi UNJ.

Kamis, 14 Oktober 2021 | 17:58 WIB - Didaktika
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Jakarta - Aliansi Dosen UNJ (Universitas Negeri Jakarta) menolak pengajuan kembali gelar kehormatan dokter honoris causa untuk Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Perwakilan Presidium Aliansi Dosen UNJ Ubedilah Badrun mengungkapkan ada empat alasan penting kami tetap menolak upaya pemberian gelar kehormatan tersebut.

Pertama, Aliansi Dosen UNJ menilai pemberian gelar Doktor Honoris Causa kepada tokoh yang sedang berkuasa dan memegang jabatan publik (pejabat) berpotensi mengancam otonomi perguruan tinggi dan kebebasan akademik, karena bisa merusak moral akademik universitas.

BERITA TERKAIT:
Empat Alasan Aliansi Dosen UNJ Tolak Pemberian Honoris Causa Ma'ruf Amin-Erick Thohir
Aliansi Dosen UNJ Tolak Ma'ruf Amin-Erick Thohir Diberi Galr Homoris Causa
Nurdin Halid Sampaikan Orasi Ilmiah Penguatan Indistri Olahraga Berbasis Koperasi Multi Pihak.
Unnes Hari Ini Anugerahi Nurdin Halid Honoris Causa
Besok, Unnes akan Anugerahi Gelar Doktor ke Nurdin Halid
Video Habib Luthfi Dapat Gelar Doktor dari Unnes, Ini Komentar Ganjar
Video Dianggap Sebagai Pemersatu Bangsa, Habib Luthfi Dapat Gelar Doktor dari Unnes

Lebih lanjut, ia menjelaskan hal itu dengan jelas diatur di dalam Pedoman Penganugerahan Doktor Kehormatan UNJ tahun 2021 Bab tentang Persyaratan pada ayat 3 diatur bahwa Penganugerahan gelar Dr honoris causa tidak diberikan oleh UNJ kepada siapapun yang sedang menjabat dalam pemerintahan sebagai cara untuk menjaga moral akademik UNJ.

"Berbahaya jika rektor dan para profesor yang terhormat sebagai anggota senat universitas melanggar kode etik pedoman yang dibuatnya sendiri. Ini menyedihkan dan bencana moralitas akademik. Melanggar aturan atau merubah aturan demi untuk kepentingan sesaat dan kepentingan pejabat," jelasnya.

Alasan kedua, kata dia, usulan pemberian gelar Doktor Honoris Causa kepada pejabat negara juga kontraproduktif terhadap upaya memulihkan nama baik institusi UNJ.

"Pasalnya, beberapa kali UNJ mendapat sorotan negatif atas beberapa peristiwa yang dinilai telah mencederai kehormatan kampus terkait relasinya dengan sejumlah pejabat," jelasnya.

Ketiga, alasan pemberian gelar Doktor Honoris Causa kepada Ma'ruf Amin atas pemikirannya tentang negara kesepakatan dinilai patut dipertanyakan. Ubedilah mengatakan, selain ide tersebut tidak orisinal karena telah dikemukakan oleh para pemikir klasik sejak abad ke-17 melalui teori kontrak sosial, dalam catatan kami Ma'ruf Amin juga memiliki catatan khusus dalam isu politik identitas di Jakarta tahun 2017 yang justru bertentangan dengan teori kontrak sosial.

"Sementara pemikiran Erick Thohir atau karya besarnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi tidak kami temukan. Sebab dalam syarat pemberian gelar tersebut harus memiliki karya luar biasa dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, kemanusiaan dan peradaban," ujarnya.

Keempat, mekanisme pemberian gelar Doktor Honoris Causa (diantaranya dirapatkan dari Prodi S3 yang berakreditasi A, kemudian dirapatkan Senat Fakultas, dan dibahas di Komisi 3 Senat Universitas, baru kemudian diplenokan Senat Universitas) juga diabaikan. Hal ini, menurutnya, tentu membuka analisis bahwa itu usulan dari atas bukan dari Prodi S3 yang berakreditasi A.

Tak hanya itu, ia menyebut semua aturan pemberian gelar kehormatan tersebut diatur dalam Permenristekdikti nomor 65 tahun 2016 pasal 1, Statuta UNJ ahun 2018 pasal 22, Peraturan Rektor UNJ Nomor 10 tahun 2019 tentang pemberian gelar kehormatan pada pasal 19 dan Pedoman Pemberian Gelar Kehormatan tahun 2021 tentang persyaratan pada ayat 3.

"Mohon maaf berdasarkan aturan tersebut para pejabat tidak diperbolehkan mendapat gelar kehormatan Doktor Honoris Causa dari UNJ demi menjaga moral akademik dan marwah universitas. Karenanya kami menolak pemberian gelar Dr HC kepada pejabat tersebut dan mendesak Senat UNJ agar upaya pemberian gelar kepada pejabat betul-betul dibatalkan demi marwah Universitas," tutupnya.


tags: #doktor honoris causa #erick thohir # aliansi dosen unj

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI