Tersangka ACN (32), pelaku dugaan kasus kredit fiktif di salah satu bank BUMN digiring ke mobil tahanan Kejari Brebes untuk selanjutnya dibawa sebagai tahanan titipan ke Lapas setempat, Kamis (14/10), Foto: KUASAKATACOM

Tersangka ACN (32), pelaku dugaan kasus kredit fiktif di salah satu bank BUMN digiring ke mobil tahanan Kejari Brebes untuk selanjutnya dibawa sebagai tahanan titipan ke Lapas setempat, Kamis (14/10), Foto: KUASAKATACOM

Kasus Kredit Fiktif, Kejari Brebes Tahan Mantan Karyawan Bank BUMN

Kasus itu terbongkar berawal adanya laporan dari pihak bank BUMN.

Kamis, 14 Oktober 2021 | 21:54 WIB - Ragam
Penulis: Eko S . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Brebes - Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes menahan mantan karyawan  salah satu bank BUMN di Kabupaten Brebes berinisial ACN (32) , warga Desa Gunungagung, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Jawa Tengah, Kamis (14/10/2021). 

Tersangka ditahan setelah menjalani proses pemeriksaan selama beberapa jam di ruang Kasi Pidanan Khusus (Pidsus) Kejari Brebes. Sekitar pukul 13.00, tersangka diminta tim penyidik Kejari untuk mengenakan rompi oranye, dan dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Brebes sebagai tahanan titipan. 

"Tersangka ACN ini kami tahan hari ini dengan beberapa alasan, di antaranya dikuatirkan tersangka melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti, dan dikuatirkan juga,  tersangka akan mengulangi tindak pidana," tandas Kajari Brebes, Mernawati saat konferensi pers, di Aula Kejari setempat, Kamis (14/10/2021).

BERITA TERKAIT:
Kasus Kredit Fiktif, Kejari Brebes Tahan Mantan Karyawan Bank BUMN
Peringati Hari Bhakti Adyaksa Ke-61, Kejari Brebes Launching Layanan PublikTeras tilang

Kajari menambahkan, dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian kredit fiktif itu terjadi di tahun 2018 hingga tahun 2019 lalu. Saat itu tersangka menjadi Mantri atau Marketing kredit dan simpanan di salah satu bank BUMN yang berada di Kabupaten Brebes. Dalam kasus itu, tersangka telah menyalahgunakan jabatannya. Modusnya, seolah-olah ada pengajuan kredit dan disetujui pengajuannya oleh tersangka. Padahal, kredit yang diajukan tersebut fiktif. 

"Kredit fiktif yang disetujui tersangka ini, totalnya sebanyak 115 rekening. Hasilnya ini dinikmati untuk kepentingan pribadi tersangka atau orang lain atau pihak lain, dengan total kerugian negara berdasarkan hasil audit internal bank BUMN ini sebesar Rp 2.939.258.376," terang Kajari.

Kajari mengemukakan, kasus itu terbongkar berawal adanya laporan dari pihak bank BUMN. Setelah ditindaklanjuti, ternyata memenuhi unsur dugaan tindak pidana korupsi. Hingga akhirnya, pihaknya memeriksa tersangka sesuai surat perintah penyelidikan dari Kepala Kejaksaan Negeri Brebes, tertanggal 25 Januari 2021, dan surat perintah penyidikan dari Kepala Kejaksaan Negeri Brebes, tertanggal 05 Mei 2021.

"Tersangka sebelum ditahan, telah dilakukan tahap penyelidikan hingga penyidikan dan, telah memeriksa saksi dan sebanyak 35 orang," ucap Kajari.

Dikatakqn, atas perbuatannya itu, tersangka dijerat pasar berlapis. Yakni, primer pasal 2 Ayat (1) Jo pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP Jo pasal 64 Ayat (1) KUHP. Kemudian, subsidair pasal 3 Jo pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP Jo pasal 64 Ayat (1) KUHP. 

 "Tersangka saat ini ditahan di Lapas Brebes, sebagai tahanan titipan Kejari Brebes. Selanjutnya Kejari Brebes segera  melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Semarang," pungkas Kajari.


tags: #kejari brebes

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI