Ilustrasi virus corona, Foto: Istimewa

Ilustrasi virus corona, Foto: Istimewa

Camat di Boyolali Fokus Turunkan Kemiskinan

Angka kemiskinan di Boyolali pada 2020 mencapai 10,18 persen atau naik 0,65 persen karena pandemi Covid-19.

Jumat, 15 Oktober 2021 | 07:59 WIB - Ekonomi
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Boyolali - Pemerintah Kabupaten Boyolali Jawa Tengah terus mendorong para camat lebih fokus menurunkan angka kemiskinan pada masa pendemi Covid-19.

"Kami dorong para camat di 22 kecamatan di Boyolali lebih fokus bagaimana dapat menurunkan angka kemiskinan, tetapi tetap meneruskan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ungkap Bupati Boyolali M Said Hidayat, Kamis (14/10).

Lebih lanjut, ia mengatakan peran dan tanggung jawab camat atas wilayahnya penting untuk membantu tugas bupati menjalankan roda pemerintahan.

BERITA TERKAIT:
Camat di Boyolali Fokus Turunkan Kemiskinan
Video: 17 Kepala Daerah Baru di Jateng Diminta Tekan Angka Kemiskinan
Angka Kemiskinan Diprediksi Naik 10-12 Persen

Pihaknya berharap, kinerja tahun depan menjadi lebih baik lagi. "Kami fokus bagaimana menurunkan angka kemiskinan, tapi memang kita meneruskan tentang kesejahteraan masyarakat," kata dia.

angka kemiskinan di Boyolali pada 2020 mencapai 10,18 persen atau naik 0,65 persen karena pandemi Covid-19. angka kemiskinan pada 2019 mencapai 9,53 persen.

Tak hanya itu, ia berbicara tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang sudah ditetapkan menjadi dasar untuk melaksanakan pembangunan Kabupaten Boyolali ke depan.

Namun, rencana tersebut harus diimbangi dengan perbaikan data yang akurat dengan menerapkan Monitoring Center for Development (MCD) mulai dari tingkat rukun tetangga (RT).

"Semua itu, tentunya perlu dukungan dan peran para camat yang ada di Boyolali. Maka, jika semua mampu berkomunikasi dengan baik saya kira mimpi tentang Boyolali punya data yang jauh lebih baik saya kira hal yang tidak sulit," kata dia.

Meski demikian, ia juga mengucapkan terima kasih atas peran para camat dalam penanggulangan pandemi Covid-19, sehingga tercapainya penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan angka kasus di Boyolali.

Namun, pihaknya mengimbau para camat selalu mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada karena pandemi Covid-19 belum berakhir.

Dia mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk terus menjaga protokol kesehatan di tengah pandemi.


tags: #angka kemiskinan #boyolali #camat

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI