Ilustrasi tanaman tembakau, Foto: Istimewa

Ilustrasi tanaman tembakau, Foto: Istimewa

Pati Tertarik Bangun Kawasan Industri Hasil Tembakau

Petani bisa panen sembilan kali dalam setahun.

Jumat, 15 Oktober 2021 | 08:57 WIB - Ekonomi
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Pati - Pemerintah Kabupaten Pati Jawa Tengah tertarik mengembangkan kawasan industri hasil tembakau (KIHT) menyusul banyak daerah yang  penghasil tembakau. Hal ini adalah upaya meningkatkan produktivitas di bidang tembakau. Daerah yang menjadi penghasil tembakau YAKNI Batangan, Kuniran, Jaken, Sukolilo, dan Pucakwangi.

"Kami akan memanfaatkan lahan yang ada untuk membangun KIHT. Meskipun bukan penghasil tembakau yang tinggi, tetapi beberapa daerah yang sudah lama menanam tanaman tembakau patut diperhatikan agar produktivitasnya juga meningkat," ungkap BuPati Pati Haryanto, Kamis (14/10).

Hasil pertanian tembakau, kata dia, ternyata sangat menjanjikan karena bisa panen sembilan kali dalam setahun. Selain itu juga jarang sekali ada gangguan hama dalam pembudidayaan tembakau.

BERITA TERKAIT:
Pati Tertarik Bangun Kawasan Industri Hasil Tembakau
Level PPKM Turun, Bupati Minta Warga Pati Tak Euforia
Bersiap Mengarungi Kompetisi, PSG Pati Perkenalkan Jersey Kandang
Pandemi, Jumlah Pabrik Rokok di Keresidenan Pati Bertambah

Dari tahun ke tahun,ia mengakui Pemkab Pati mendapatkan dukungan dana cukai dengan nilai anggaran bervariasi. "Pada tahun 2018 nilai anggarannya memang kecil, demikian halnya yang diterima tahun 2019. Akan tetapi pada tahun 2020-2021 lumayan besar," terangnya.

Berdasarkan penggunaan pemantauan dan evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), anggaran tersebut dapat digunakan untuk peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan di bidang cukai, dan pemberantasan barang kena cukai ilegal.

Pengadaan sosialisasi pemanfaatan dana cukai, sekaligus sebagai pemetaan tentang bagaimana potensi industri tembakau di Kabupaten Pati.

"Untuk wilayah-wilayah yang memungkinkan, tentu bisa saja dikembangkan sebagai industri supaya para petani bisa benar-benar terlindungi. Jika semua terprogram dan dikelola dengan baik tentu pendapatannya jadi meningkat,"jelasnya.

Sepanjang tahun 2020 dan 2021, dana cukai diarahkan untuk berbagai bidang, mulai dari bidang kesehatan dialokasikan Rp3 miliar, kemudian bidang kesejahteraan masyarakat sekitar Rp6 miliar, untuk pemulihan ekonomi serta penegakan hukum dialokasikan hingga Rp2 miliar. 


tags: #pati #kawasan industri hasil tembakau

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI