Usai Terapi di Rumah Gizi Semarang, Putri Kustiah Bisa Berjalan

Dinas kesehatan melakukan pencegahan stunting dengan pendampingan mulai dari ibu hamil.

Rabu, 10 November 2021 | 18:10 WIB - Kesehatan
Penulis: Holy . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang– Kustiah, warga asal Kuningan, Semarang Utara, Kota Semarang merasa senang karena putrinya kini bisa berjalan lagi setelah mengalami stunting dan gizi buruk. Putri Kustiah telah menjalani terapi setahun penuh di Rumah Gizi Pelangi Nusantara (Pelayanan Gizi dan Penyuluhan Kesehatan serta Remaja).
 
Rumah gizi yang beralamatkan di Jalan Nusa Indah No 12, Srondol Wetan, Banyumanik, Kota Semarang ini didirikan pemerintah kota (Pemkot) Semarang sejak 2014 silam.

"Alhamdulillah, senang sekali sekarang anak saya sudah bisa jalan lagi. Anak saya dulu kena stunting, gizi buruk dan gak bisa apa-apa. Setelah dapat terapi sekarang perkembangannya bagus," ujar Kustiah, Rabu (10/11/2021).

BERITA TERKAIT:
Sejumlah Polwan Kunjungi SMA di Semarang, Tekankan Pentinya Bijak Bersosial Media
Mahasiswa KKN Unwahas Sosialisasi Pentingnya Pemanfaatan Limbah Plastik ke Warga Polaman Semarang
Pindah ke Taman Sudirman Semarang, Pemohon Pelayanan Publik Kecamatan Gajahmungkur Meningkat
Adu Mulut Warnai Proses Pra-Eksekusi Saluran Air di Pedurungan Lor Semarang
Zaki Zulkarnain Atlet Asal Riau Borong 4 Medali Emas di Ajang ASEAN Para Games

Ibu berusia 38 tahun ini mengaku terharu karena pemerintah memperhatikan anak-anak stunting dan gizi buruk. "Disini dapat obat-obatan, dapat makanan dan nutrisi tambahan. Ada terapi dan pendampingan, juga konseling, pokoknya lengkap," jelasnya. 

Pasien lain di rumah gizi, Estika Oktaviana Sari warga Manyaran juga merasa terbantu dengan adanya rumah gizi milik Dinas Kesehatan Kota Semarang tersebut. Ia mengaku buah hatinya mengalami peningkatan berat badan signifikan dengan pertumbuhan yang baik setelah mendatangi rumah gizi. 

"Tadinya berat gak naik. Setelah masuk sini sudah bisa naik dari sebelumnya 6 kg sekarang naik. Tingginya naik juga. Fasilitas di rumah gizi lengkap, ada terapi, konsultasi dan pendampingan psikolog. Ada tambahan nutrisinya juga. Seneng sekali ada perkembangan baik, Alhamdulillah," ujar Estika. 

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Semarang, Endah Emayanti menyebut jika rumah gizi didirikan sebagai upaya menanggulangi masalah gizi masyarakat utamanya bagi anak-anak yang berpotensi stunting dan gizi buruk. 

"Dinas Kesehatan melakukan pencegahan stunting dengan pendampingan mulai dari ibu hamil, pendampingan 1000 HPK Nutrimas (nutrisionis masyarakat), hingga memfasilitasi anak-anak dengan gizi buruk dan stunting," kata Endah. 

Menurutnya, Rumah Gizi telah berdampak positif terhadap keberhasilan penanganan gizi buruk hingga 73,8 persen pada 2021, dan penurunan Prevalensi stunting 2,37 persen, Prevalensi Ibu Hamil Anemia 15,51 persen. 

 Melalui Rumah Gizi, kata dia, masyarakat, terutama kalangan ibu-ibu dari ekonomi lemah akan diberikan pelatihan memasak makanan bergizi sehingga memahami cara pengolahan dan bahan makanan yang kaya gizi. 

"Masyarakat juga akan didampingi dalam pemenuhan gizi sesuai kebutuhan karena memang itu peran vital Rumah Gizi. Mereka juga akan mendapatkan bantuan sembilan bahan pokok (sembako) secara berkala," ucapnya.

Pemantauan kesehatan dan gizi, terutama pada kalangan balita untuk menekan angka kasus gizi buruk itu, lanjut dia, dilakukan pula dengan menerjunkan dokter spesialis anak di Rumah Gizi seminggu sekali.

Masyarakat, kata dia, bisa memanfaatkan berbagai layanan yang diberikan di Rumah Gizi secara cuma-cuma, dan dokter spesialis anak juga secara gratis akan memeriksa dan memantau ketercukupan gizi anak-anak.


tags: #kota semarang #dinas kesehatan #banyumanik #rumah gizi pelangi nusantara

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI