Antisipasi Lonjakan Covid-19 Saat Nataru, DKK Semarang Miliki Strategi Khusus

Dinas kesehatan telah menggelar random sampling test covid-19.

Sabtu, 20 November 2021 | 16:21 WIB - Kesehatan
Penulis: Holy . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Semarang – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang mengaku kini telah bergerak mengatisipasi agar tak ada lonjakan kasus Covid-19 saat momen Natal 2021 dan Tahun baru 2022 (Nataru). Apalagi pemerintah pusat bakal menerapkan PPKM Level 3 saat Nataru. Strategi itu Mulai dari random sampling test Covid-19, edukasi protokol kesehatan hingga menggencarkan vaksinasi.

“sejak jauh-jauh hari, kita telah tetapkan strategi agar kasus Covid-19 di Kota Semarang tetap landai dan tetap bertahan pada PPKM Level 1. Upaya yang dilakukan antara lain random sampling deteksi dini Covid-19,” kata Kepala DKK Semarang Mochammad Abdul Hakam di Semarang, Sabtu (20/11/2021).

Dinas kesehatan kata dia, telah menggelar random sampling test Covid-19 ke sejumlah tempat antara lain sekolah, pasar, pusat perbelanjaan, dan tempat umum lainnya untuk skrining Covid-19.

BERITA TERKAIT:
Selama Nataru, PT KAI Daop 4 Semarang Tolak 3.241 Calon Penumpang
Nataru 2022, Jumlah Penumpang Kereta KAI Daop 4 Semarang Meningkat 61 Persen dari Periode Sebelumnya
Pasca Nataru, Ganjar: Kita Tunggu Ada Dampak Covid-19 Atau Tidak
Polres Brebes Musnahkan Enam Ribu Botol Miras
Libur Nataru, Pengunjung Objek Wisata Boyolali Naik 20 persen
Masuk Klaten Wajib Sudah Vaksin Dosis Lengkap saat Nataru
Polres Boyolali Terjunkan 800 Personel Amankan Natal dan Tahun Baru

“Dengan cara ini, kami berharap pada saat Nataru nanti tidak ada penyebaran Covid-19,” harapnya.

Edukasi protokol kesehatan (prokes) kepada masyarakat pun, kata dia, tak terhenti. Di berbagai lokasi, timnya selalu mengingatkan masyarakat agar tetap menerapkan prokes dalam setiap aktivitas mereka. 

“Selain itu, ada pula strategi kami mempercepat program vaksinasi. Hingga kini, capaian vaksinasi di ibu kota Provinsi Jawa Tengah ini telah mencapai 109,34 persen untuk dosis pertama (V1) atau 1.426.908 sasaran. Sementara, capaian vaksinasi dosis kedua (V2) sudah mencapi 94,98 persen atau sebanyak 1.239.509 sasaran,” beber dia. 

Lebih lanjut, Hakam menambahkan, dalam ketentuan PPKM Level 3 Ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan diantaranya membuat kegiatan kerumunan, semisal pesta kembang api atau perayaan lain yang dapat menimbulkan kerumunan. Mobilitas masyarakat juga dibatasi. Aparatur sipil negara (ASN) tidak diperbolehkan cuti. Upaya-upaya tersebut dilakukan agar tidak ada gelombang ketiga penyebaran Covid-19.


tags: #nataru #dinas kesehatan kota semarang #mochammad abdul hakam #covid-19

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI