Ilustrasi. Foto: Istimewa.

Ilustrasi. Foto: Istimewa.

Pemkab Karanganyar Deteksi Dini Pendengaran dan Penglihatan Anak

Terlambat mendeteksi gangguan penglihatan anak dapat berakibat fatal.

Selasa, 23 November 2021 | 16:02 WIB - Kesehatan
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Karanganyar – Petugas puskesmas dan RSUD Karanganyar mendeteksi sejak dini gangguan pengelihatan dan pendengaran pada anak. Para orangtua pun tak menyangka buah hatinya mengalami gangguan indera sejak lama.

Dalam hal ini, Kepala Bagian Kesra Pemkab Karanganyar Narno mengatakan, deteksi dini pengelihatan dan pendengaran anak merupakan program yang dikerjasamakan Baznas Karanganyar. Mereka yang didiagnosa membutuhkan alat bantu pendengaran atau penglihatan, dibiayai penuh.

“Ini kegiatan sekali saja. Diharapkan membantu anak memperbaiki pendengaran dan penglihatan. Karena itu modal belajar. Jika alat bantu sudah kurang layak, silakan diperbarui secara mandiri. Jika tidak mampu, silakan mengajukan bantuan ke pemrintah atau melalui Baznas.” tuturnya di pendopo rumah dinas bupati Karanganyar, Selasa (23/11/2021).

BERITA TERKAIT:
Polres Sukoharjo Ajak Anak-anak Naik Mobil Patroli usai Vaksin
Vaksinasi Solo Capai 68 Persen, PTM Diklaim Aman
Dinkes Boyolali Kebut Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun
PPP Harap Polri Lebih Humanis untuk Perempuan-Anak
Walikota Solo Targetkan Vaksinasi Anak Rampung Februari Mendatang
Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun di Boyolali Mencapai 31,1 Persen
Aksi Babinsa Lamper Kidul Semarang Tenangkan Siswa SD yang Takut Disuntik Vaksin

“Para orangtua kebanyakan tidak tahu anaknya punya masalah pendengaran. Padahal itu sangat mengganggu belajar mereka. Mempengaruhi kecerdasan. Tahunya saat masalahnya terakumulasi. Perkembangan otaknya terhambat.” kata dr Ema Nu Fitriana, Nakes dari Puskesmas Karanganyar Kota.

Dari 50-an anak yang diperiksanya, mayoritas berkasus. Fungsi pendengarannya terganggu akibat kotoran di telinga. Para orangtua juga salah menangani hal itu. Disebutnya, membersihkan kotoran telinga dengan cutton bud malah makin memperparah.

“Paling tepat ditangani ahlinya. Silakan berkonsultasi ke dokter. Pada prinsipnya, kotoran telinga keluar dengan sendirinya. Kita tinggal membersihkan di daun telinga. Kecuali kalau di dalamnya mengeras. Teteskan saja oil. Jika memasukkan cutton bud, kotoran bakal makin masuk.” ujarnya.

Puluhan peserta didik SD di wilayah Karanganyar Kota, Tasikmadu dan Jaten diundang mengikuti deteksi dini tersebut. Para orangtua bisa langsung berkonsultasi ke dokter mengenai kondisi buah hatinya.

Sementara itu, salah satu Nakes dari RSUD Karanganyar, dr Ida Nugrahani mengatakan terlambat mendeteksi gangguan penglihatan anak dapat berakibat fatal. Hal ini diawali sikap malas belajar maupun melakukan hal-hal sederhana.

“Selama mengalami gangguan, mata kurang optimal mengerjakan fungsinya. Mempengaruhi psikologis. Bagi anak, ini harus diwaspadai. Sayangnya mata miopi dan silinder tidak seperti penyakit lainnya yang kelihatan secara fisik. Sehingga orangtua dan anak kurang memperhatikan. Pengaruhnya di sekolah saat pelajaran tidak fokus membaca di papan tulis.” jelasnya.

Ida Nugrahani menambahkan, pemeriksaan penglihatan mendeteksi gangguan mata miopi atau mata minus dan silinder. Kondisi demikian banyak ditemui sejak anak usia SD. Penyebabnya beragam, sebagian karena genetika dan perilaku.

“Melihat jarak dekat dengan waktu lama. Itu mempengaruhi gangguan penglihatan.” tukasnya.


tags: #anak #pemkab karanganyar #deteksi dini #penglihatan #pendengaran

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI