Wadirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Jayadi dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (26/11/2021). Foto: humaspolri.

Wadirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Jayadi dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (26/11/2021). Foto: humaspolri.

Empat Tersangka Kasus Narkoba Jaringan Aceh Ditangkap, Polisi Sita 224 Kilogram Ganja

Polisi saat ini tengah memburu dua buronan yang diduga berperan penting dalam jaringan tersebut.

Sabtu, 27 November 2021 | 14:52 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Jakarta –  Sedikitnya ada empat tersangka jaringan peredaran narkoba Aceh, Medan hingga ke Jakarta, yang berhasil diringlis oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Dari tangan para tersangka, polisi menyita narkoba jenis ganja seberat 224,4 kilogram.

Dilansir dari humaspolri.go.id (Sabtu,27/11), Wadirtipidnarkoba Bareskrim Polri Jayadi menerangkan bahwa pihaknya berhasil mengamankan tiga kurir berinisial SP (24), RN (21) dan IH (21) di kawasan Palembang, Sumatera Selatan. Dan satu tersangka berinisial SD (41) yang selaku pengendali jaringan tersebut. Selain mengamankan pelaku, penyidik turut mendapatkan barang bukti ganja sebanyak 224,4 kg yang dibawa dengan menggunakan kendaraan Kijang Innova.

“Sehingga total tersangka yang kita amankan empat orang, tiga orang di TKP Sumatera Selatan, dan kemudian satu orang di Medan.” tuturnya dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (26/11/2021).

BERITA TERKAIT:
Pastikan Blok Hunian Bersih dari Barang Terlarang, Petugas Lapas Pamekasan Lakukan Razia Rutin
Miliki 120 Gram Sabu, Pria Asal Semarang Utara Ditangkap Polisi
Tangis Fico Pecah saat Ditangkap Ditresnakorba Polda Metro Jaya
Alasan Velline Chu Konsumsi Narkoba, Pernah Jadi Korban KDRT
Terungkap, Pedangdut Inisial V yang Terjerat Narkoba Ternyata Velline Ratu Begal
Terjerat Kasus Narkoba, Padangdut Inisial V Diringkus Polisi
Yuspahruddin Ingatkan Rutan Blora Waspada Penyelundupan Handphone

Selain itu, kata Jayadi, pihaknya saat ini masih memburu dua buronan yang diduga berperan penting dalam jaringan tersebut. Salah satunya, merupakan penyedia barang haram tersebut untuk diedarkan oleh tersangka lain.

Dalam kasus ini, para tersangka dijerat pasal primer, Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 (1) UU RI No 25 Tahum 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara serta denda minimal Rp1 miliar – Rp10 miliar maksimal.

Subsidair Pasal 111 ayat (2) Jo Pasal 132 (1) UU RI No 35 tahun 2009, tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati penjara seumur hidup atau pidana paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun serta denda minimal Rp800 juta – Rp8 miliar maksimal.


tags: #narkoba #tersangka #ditangkap #jaringan peredaran narkoba aceh #wadirtipidnarkoba bareskrim polri jayadi

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI