Ilustrasi

Ilustrasi

ASN Wajib Batalkan Cuti di Hari Libur Natal dan Tahun Baru

Walau begitu ada pengecualian untuk larangan itu khususnya kepada ASN yang cuti melahirkan dan cuti sakit.

Sabtu, 27 November 2021 | 15:37 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Surabaya- Aparatur sipil negara (ASN) diwajibkan membatalkan cuti pada saat libur Hari Raya Natal 2021 serta Tahun Baru 2022. Hal itu disampaikan secara tegas Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana saat ditemui usai menjadi narasumber pelatihan dasar calon pegawai negeri sipil di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (27/11/2021).

Ia menambahkan pelarangan itu juga telah dikuatkan dengan keluarnya peraturan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo terkait larangan cuti akhir tahun ini.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 26/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah dan/atau Cuti Bagi Pegawai ASN Selama Periode Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.

BERITA TERKAIT:
Puluhan Guru Honorer Kabupaten Tegal Audensi dengan Dewi Aryani, Minta Dipercepat Jadi PPPK
Baznas: Potensi Zakat ASN Kudus Rp5 Miliar
Sekjen Nizar Ali Minta Semua ASN Maksimalkan Pelayanan Kemenag
Pemkot Magelang Berikan Apresiasi 28 ASN Berprestasi
Mendagri Sarankan Tunda Pembayaran Tunjangan Kinerja ASN yang Enggan Vaksin
Pegawai Pemkot Semarang Ngeyel Berpergian saat Nataru, Bakal Kena Sanksi
ASN-Pegawai BUMD Klaten Dilarang Bepergian Saat Nataru

Bima Haria menyatakan peraturan tersebut dibuat sebagai tindak lanjut Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 62/2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022.

Sedangkan berdasarkan SE Menteri PANRB Nomor 13/2021, pembatasan cuti dan bepergian ke luar daerah untuk ASN juga telah diatur, yaitu dilarang mengambil cuti dan bepergian ke luar daerah di minggu sama dengan hari libur nasional, baik sebelum maupun sesudah, yang berarti jatuh sejak 20 Desember 2021.

Walau begitu ada pengecualian untuk larangan itu khususnya kepada ASN yang cuti melahirkan dan cuti sakit bagi PNS maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). "Tentu ada dispensasi dalam keadaan kedaruratan, seperti sakit atau melahirkan," imbuhnya.

ASN yang nekat cuti dan bepergian ke luar kota, diingatkan Bima Haria akan menerima sanksi akibat pelanggaran yang dibuatnya. "Kalau ada ASN nekat, lalu pulang terinfeksi Covid-19 sampai mengakibatkan klaster di lingkungan tempat tinggalnya maka ini pelanggaran berat karena membahayakan negara. Sanksinya tentu juga berat," bebernya.

Oleh itu, ia meminta agar ASN taat mengikuti aturan itu. "Mohon untuk bersabar dan tak euforia dulu. Tidak perlu akhir tahun berbondong-bondong ke suatu tempat dan tetap tinggal di rumah. Ini semua demi kebaikan bersama," pungkasnya.
 


tags: #asn #libur natal dan tahun baru #menteri pan-rb

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI