Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (26/11/2021).

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (26/11/2021).

Amankan Nataru, 217 Ribu Personel TNI-Polri Bakal Dikerahkan

Langkah itu diambil agar tak terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang diakibatkan oleh pergerakkan massa dalam jumlah banyak dalam masa liburan.

Sabtu, 27 November 2021 | 15:52 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Jakarta – Untuk melakukan pengamanan dan protokol kesehatan (Prokes) selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), ratusan ribu personel gabungan dari unsur TNI-Polri akan dikerahkan. Pasalnya, selama masa tersebut, pemerintah memutuskan untuk menerapkab kebijakan PPKM Level 3 di seluruh wilayah Indonesia untuk menekan mobilitas.

Dilansir dari humaspolri.go.id, Sabtu (27/11/2021), Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menerangkan bahwa kepolisian akan menggelar Operasi Lilin untuk melakukan pengamanan libur terhitung mulai 20 Desember hingga 2 Januari 2022.

“Kami libatkan seluruh Indonesia, sekitar 217 ribu, seluruh Indonesia. TNI juga mempersiapkan personilnya, satpol PP, dan jajaran kesehatan juga mempersiapkan, dan stakeholder terkait lainnya.” tuturnya kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (26/11/2021).

BERITA TERKAIT:
Amankan Nataru, 217 Ribu Personel TNI-Polri Bakal Dikerahkan
Alasan Libur Maulid Nabi 2021 Digeser
Imbas libur Awal Puasa, Kasus Corona di Kota Semarang Meningkat
Ganjar Optimis Warga Jateng Tak Bepergian saat Libur Panjang Pekan Ini

Menurut Dedi, langkah itu diambil agar tak terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang diakibatkan oleh pergerakkan massa dalam jumlah banyak dalam masa liburan. Kemudian, jika merujuk pada Imendagri 62/2021, pemerintah mengimbau masyarakat tidak pulang kampung. Arus pergerakan dari pelaku perjalanan masuk dari luar negeri pun akan diketatkan guna mengantisipasi mudik pekerja migran.

Selain itu, pemerintah tetap mengizinkan Umat Kristiani untuk mengikuti kegiatan peribadatan Hari Raya Natal secara berjamaah di Gereja dengan pembatasan jumlah jemaat 50 persen dari total kapasitas gereja.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa aparat nantinya bakal melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan libur panjang yang memedomani Instruksi Mendagri Nomor 62 Tahun 2021. Sejumlah pembatasan akan dilakukan merujuk pada ketentuan yang berlaku.

Pemerintah bakal menggunakan surat keterangan berpergian untuk mencatat setiap mobilitas masyarakat selama penerapab PPKM Level 3 nantinya. Kata Dedi, polisi akan berjaga di sejunlah titik perbatasan yang telah ditentukan.

“Polri juga di seluruh-seluruh pintu-pintu tol, dan jalur-jalur akses tertentu perbatasan antar wilayah itu ada pos sebagai cek poin nah disitu nanti juga akan dicek disitu apakah masyarakat yang bepergian memiliki SKM.” tukasnya.


tags: #libur #nataru #kadiv humas polri irjen dedi prasetyo

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI