Foto istimewa.

Foto istimewa.

Hidrogen Bakal Jadi Energi Utama Korea Selatan Pada Tahun 2050

Pada 2020, Korea Selatan belum menghasilkan hidrogen bersih.

Sabtu, 27 November 2021 | 17:40 WIB - Internasional
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Seoul- Kementerian Industri Korea Selatan berencana meningkatkan produksi Hidrogen bersih dan memperluas infrastruktur produksi dan konsumsinya.

Dikutip dari Yonhap, Sabtu (27/11/2021) peningkatan Hidrogen bersih itu untuk menjadikannya sebagai sumber energi utama negara Ginseng itu pada tahun 2050. Rencana itu juga merupakan bagian dari cetak biru komprehensif pemerintah Korsel tentang ekonomi Hidrogen.

Korsel ingin mendorong pengembangan Hidrogen dan energi terbarukan lainnya sebagai alternatif bahan bakar fosil dengan tujuan menjadi netral karbon pada tahun 2050.

BERITA TERKAIT:
KIA Targetkan Jual 25 Ribu Unit SUV Niro Tahun Ini
Dubes RI untuk Korsel Saksikan Penandatanganan Nota Kesepahaman Proyek Ethylene Baru
Hyundai akan Fokus Garap Kendaraan Listrik
BTS Jadi Artis Terlaris di Jepang
Korsel Perketat Prokes, TWICE Gagal Konser Minggu Depan
Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Korsel Kembali Perketat Aturan
Hidrogen Bakal Jadi Energi Utama Korea Selatan Pada Tahun 2050

Berdasarkan rencana tersebut, menurut Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi, pada tahun 2050 Korsel akan menyediakan 27,9 juta ton Hidrogen per tahun yang semuanya akan berupa Hidrogen hijau atau biru, sementara tidak termasuk Hidrogen abu-abu, 

Untuk diketahui dalam proses produksinya Hidrogen abu-abu dihasilkan dari gas alam, yang menghasilkan emisi karbon. Sedangkan Hidrogen biru lebih bersih, karena emisi karbon ditangkap dan disimpan. Hidrogen hijau diproduksi menggunakan listrik yang dihasilkan dari energi terbarukan.

Agar rencana itu terwujud, Korsel akan membangun fasilitas produksi skala besar untuk Hidrogen hijau dan menurunkan biaya produksi. Selain itu, perusahaan juga berencana mengamankan fasilitas penyimpanan karbon dengan kapasitas 900 juta ton atau lebih pada tahun 2030 sehingga dapat menghasilkan 2 juta ton Hidrogen biru setiap tahun pada tahun 2050.

Pada 2020, Korea Selatan belum menghasilkan Hidrogen bersih. Mereka pun berjanji untuk meningkatkan kerja sama dengan negara-negara penghasil Hidrogen untuk mengamankan sekitar 40 saluran pasokan Hidrogen pada tahun 2050.

Dalam pernyataannya Kementerian itu, dari 33 persen total konsumsi energi nantinya berasal dari Hidrogen. "Hidrogen akan menjadi sumber energi tunggal terbesar kami pada tahun 2050, yang akan menyumbang 33 persen dari total konsumsi energi," jelas pihak kementerian.

Pada tahun 2050, lebih dari 2 ribu stasiun pengisian akan didirikan secara nasional dengan setidaknya satu stasiun pengisian akan didirikan di 226 bangsal dan kabupaten secara nasional.

Pihak kementerian juga menyatakan Korsel berencana untuk mendorong sektor-sektor seperti baja dan kimia untuk beralih ke proses produksi berbasis Hidrogen dan menerapkan sumber energi bersih ke berbagai alat transportasi, termasuk drone, trem, dan kapal, tambahnya.

Sebelumnya dalam pertemuan komisi ekonomi Hidrogen, Perdana Menteri Kim Boo-kyum, menyampaikan Hidrogen paling cocok mencapai tujuan nol karbon. "Hidrogen adalah cara yang paling kuat untuk mencapai tujuan nol-karbon," ucapnya.

"Kami akan membangun ekosistem inovatif di seluruh ekonomi Hidrogen. Kami akan fokus pada pengembangan dan komersialisasi teknologi canggih utama dan memelihara talenta yang ada," pungkasnya.


tags: #korea selatan #hidrogen

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI