Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Korsel Kembali Perketat Aturan

Minggu lalu, kasus harian di Korsel melonjak mencapai 7000, capaian itu dilewati hanya beberapa hari setelah melampaui angka 5.000.

Kamis, 16 Desember 2021 | 23:55 WIB - Internasional
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Seoul- Meningkatnya kasus baru Covid-19 di Korea Selatan, membuat negara tersbut berencana akan kembali menerapkan aturan jarak sosial yang lebih ketat.

Aturan itu bakal kembali diterapkan, setelah selama satu setengah bulan Korut melonggarkan pembatasan di bawah kebijakan "hidup dengan Covid-19".

BERITA TERKAIT:
Akibat Hujan Deras, Kota Seoul Korea Selatan Terendam Banjir Hingga Setinggi Pinggang 
Konser Global BTS di Busan Oktober 2022 Nanti Gratis, Benarkah?
Maudy Ayunda Panggil Suami 'Mas Oppa', Netizen Malah Tambah Halu
Kalahkan Korsel 3-0, Jepang Juara EAFF
Setelah Umumkan Produksi Massal, Samsung Kini Rayakan Pengiriman Pertama Chip 3 nanometernya

Korea Selatan berencana kembali memberlakukan aturan itu mulai 19 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022, Pembatasan itu antara lain dengan membatasi pertemuan tidak lebih dari empat orang bagi orang-orang yang sudah divaksin penuh dan mengharuskan restoran, kafe, serta bar tutup pada pukul 21.00. Walau begitu, bioskop dan kafe internet dibolehkan beroperasi hingga pukul 22.00.

Korsel akan menerapkan orang-orang yang tidak divaksin hanya boleh makan di luar sendirian, atau menggunakan layanan bawa pulang atau pesan antar.

Korea Selatan terpaksa menerapkan aturan itu, karena saat ini kasus baru terus melonjak
Langkah-langkah itu dilakukan ketika penghitungan harian Covid-19 dan jumlah kasus serius terus mencatat rekor baru di tengah lonjakan terus-menerus hingga menambah beban pada sistem medis Korsel.

Perdana Menteri Kim Boo-kyum dalam pertemuan antarlembaga pada Kamis (16/12/2021) mengatakan melakukan segala upaya untuk mengatasi kritis. "Kami melakukan seluruh upaya untuk mengatasi krisis yang mendesak dengan memperluas kapasitas medis dan gerakan vaksinasi, tetapi kami membutuhkan waktu," ucapnya.

Ia pun berharap adanya aturan tersebut mampu menekan kasus penyebaran Covid-19. "Kita dapat melewati krisis ini hanya dengan menekan penyebaran virus saat ini sesegera mungkin melalui aturan pembatasan sosial yang ketat," ujarnya.

Sehari setelah mencatat rekor baru 7.850 infeksi harian, pada Rabu (15/12), Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) melaporkan adanya 7.622 kasus sehari.

Minggu lalu, kasus harian di Korsel melonjak mencapai 7000, capaian itu dilewati hanya beberapa hari setelah melampaui angka 5.000.

Menurut Direktur KDCA Jeong Eun-kyeong penghitungan harian bisa mencapai 10.000 kasus bulan ini. Total infeksi naik menjadi 544.117, termasuk 148 kasus varian Omicron yang berpotensi lebih menular.

KDCA menambahkan jumlah kematian akibat Covid-19 di Korsel tercatat sebanyak 4.518.
 


tags: #korea selatan #varian omicron #covid-19

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI