Satpol PP Robohkan 38 Lapak Pedagang Liar di Atas Saluran Air Terminal Terboyo Semarang   

Perobohan ini sempat diwarnai adu mulut antara petugas dan pedagang.

Kamis, 13 Januari 2022 | 10:52 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, SemarangSatpol PP Kota Semarang merobohkan 38 lapak pedagang liar di atas saluran air di Kawasan Terminal Terboyo, pada Kamis (13/1). Perobohan dilakukan mengingat saat ini musim hujan dan rentan terjadi banjir di kawasan itu. 
 
Dalam pantauan tim KUASAKATACOM, perobohan lapak membuat pedagang kaget. Awalnya mereka sedang duduk di depan lapak dan mendadak petugas Satpol PP langsung mengeluarkan perabot lapak pedagang.
 
Setelah lapak kosong, petugas pun merobohkan bangunan lapak bermaterial triplek dengan menggunakan dua alat berat begu. Perobohan ini sempat diwarnai adu mulut antara petugas dan pedagang. Beruntung situasi tak menjadi ricuh.
 
Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan perobohan berdasar Perda Kota Semarang no 3 tahun 2018 tentang pedagang kaki lima. Ia menegaskan saluran air bukan tempat untuk berdagang maupun dijadikan tempat tinggal.
 
Oleh karena itu, kata dia, pihaknya merobohkan 38 bangunan lapak itu. 
 
“Bangunan disini ini menyebabkan banjir di jalan raya depan (Jalan Kaligawe-red). Kemarin DPU sudah komunikasi dengan kita untuk pembongkaran bangunan,” kata Fajar didampingi Kapolsek Genuk Kompol Subroto.
 
Ia mengingatkan pedagang maupun warga agar tak nekat mendirikan bangunan apapun di tempat itu. Sebab pihaknya tak segan bertindak tegas.
 
“Kalau Satpol PP turun, saya pastikan semua bangunan saya ratakan. Jelas jelas ini mengganggu ketertiban umum. Tiap hujan, jalan depan selalu banjir,” tegasnya.
 
Apalagi, kata dia, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sudah mengucurkan banyak dana untuk infrastruktur yang baik. Sehingga perlu didukung kesadaran masyarakat.
 
“Wali Kota sudah membangun Semarang dengan insfraktruktur dengan dana triliunan. Tapi kok malah pedagang membangun lapak seenaknya. Makanya kita bongkar. Lurah daerah sini sudah berulang kali memberitahu,” pungkas dia.
 
Sementara itu, salah seorang pedagang bernama Bowo (70) mengaku tak terima bangunan lapaknya dirobohkan. Sebab ia mengklaim belum ada pemberitahuan.
 
“Sama sekali belum ada pemberitahuan. Hanya tadi malam ada pak Polisi yang memberitahu kalau hari ini akan ada Satpol PP. Sama sekali endak ada pemberitahuan. Tidak manusiawi. Sungguh sangat tidak manusiawi,” kata Bowo.
 
Menurutnya Satpol PP perlu memikirkan nasib pedagang sebab mereka rakyat kecil.
 
“Saya tinggal disini sudah tiga tahun. Saya ini orang menderita. Saya kok diperlakukan kayak hewan. Saya ini manusia,” jelasnya.
 
Masih dalam pantauan tim KUASAKATACOM, Ironisnya lapak itu ada yang dijadikan sebagai rumah tinggal.

BERITA TERKAIT:
Tanggapi Aduan Masyarakat, Satpol PP Kota Semarang Amankan 36 Botol Miras dari Warung dan Kafe
Petugas Gabungan Satpol PP Razia Juru Parkir Liar Sekitar Lawang Sewu Semarang, Ini Alasannya!
Satpol PP Robohkan 38 Lapak Pedagang Liar di Atas Saluran Air Terminal Terboyo Semarang   
Jelang Peresmian Pasar Johar Semarang, Satpol PP Tertibkan Pedagang Liar Tepi Jalan
Penegakkan Perda, Satpol PP Sita 95 Botol Miras di Cafe
Razia Indekos, Satpol PP Kota Semarang Amankan 14 KTP Penghuni
Yustisi Penegakkan Perda, Satpol PP Sita 95 Botol Miras di Cafe wilayah Gayamsari Semarang


tags: #satpol pp kota semarang #lapak pedagang liar #terminal terboyo

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI