GMPG Sebut Airlangga Tak Mampu Pimpin Golkar

Keempat, selama kepemimpinan Airlangga, Golkar sepi Konsolidasi.

Kamis, 13 Januari 2022 | 18:55 WIB - Politik
Penulis: Arya Jkt . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) menilai Airlangga Hartarto gagal memimpin Partai Golkar menjadi partai yang bersih, gagal membangun citra partai di masyarakat. Bahkan elektabilitas Partai Golkar selama 4 lebih tahun dipimpin dia menurun. 

Hal itu disampaikan para inisiator GMPG diantaranya Sirajudin Abdul Wahab, Mirwan BZ Vauly, Almanzo Bonara di Jakarta, Kamis (13/1/2022).

''Misi Airlangga untuk menjadikan Partai Golkar menjadi partai yang bersih cuma sebatas wacana,'' kata Abdul Wahab. 

BERITA TERKAIT:
GMPG Sebut Airlangga Tak Mampu Pimpin Golkar
Panggah Susanto: Golkar Institute Terobosan Baru Bagi Kemajuan Internal
Ganjar Mengaku Tetap Setia di PDI Perjuangan
Golkar Siap Tampung Ganjar
Golkar Target Menang 20 Persen di Pileg 2024
Pemilu 2024, NasDem Buka Peluang Koalisi dengan Golkar
Golkar Ingin Menang Pilpres, NasDem: Pemilih Semakin Cerdas

Paling tidak, lanjut Abdul Wahab ada 6 catatan kritis yang disampaikan GMPG terhadap kepemimpinan Airlangga Hartato selama 4 tahun lebih menjadi ketua umum Partai Golkar.

Pertama, citra Partai Golkar rusak. GMPG mencatat, kepemimpinan Airlangga menegasikan citra Golkar yang eksklusif, oligarkis dan birokratis. Golkar bersih hanya menjadi wacana dan retorika karena banyak kader partai baik di eksekutif maupun legislatif terjerat kasus korupsi.
 
Kedua, elektabilitas Golkar menurun. GMPG mencatat, elektabilitas Golkar saat ini tak lebih tinggi dari elektabilitas 2017 lalu saat Golkar masih dipimpin Setya Novanto. Kala itu Golkar tembus 10.9 persen, sementara pada survey terbaru saat ini Golkar hanya mencapai angka tertinggi sebesar 10.8 persen.

Penurunan juga terjadi pada kolektibilitas kursi hasil Pemilu dari 14,75 persen pada 2014 menjadi 12,31 persen pada 2019.

Ketiga Elektabilitas Airlangga Cuma Nol Koma. Selain elektabilitas Golkar yang menurun, elektabilitas Airlangga juga hanya sebatas nol koma. ''Baliho-baliho yang Airlangga yang tersebar sebagai instruksi DPP Partai terbukti tak memberi dampak siginifikan pada Airlangga, terlebih pada Golkar,'' kata Wahab. 

Keempat, selama kepemimpinan Airlangga, Golkar sepi Konsolidasi. GMPG mengenang petuah mantan Ketua Umum Golkar Abu Rizal Bakri bahwa elektabilitas partai adalah buah dari tertibnya konsolidasi. Tapi di masa kepemimpinan Ketum Airlangga, Golkar sepi konsolidasi bahwa konsolidasi yang ada pun tak berjalan baik.

Wahab mengatakan, hanya dimasa Airlangga Hartarto, musyawarah daerah (Musda) terpecah dua. ''Ini baru pertama kali terjadi dalam sejarah Golkar. Ini bukti bahwa tata kelola partai Airlangga buruk,'' kata Wahab. 

Kelima, di masa Airlangga nesin Partai Mogok Di tengah gaung politik 2024, GMPG menyebut mesin beringin tak berjalan dengan baik saat ini. Tak ada meritokrasi dalam manajemen kerja internal Golkar, program kerakyatan Golkar tak berjalan, kaderisasi pun tak berlangsung maksimal.

Golkar Institute bahkan disebut tak lebih dari sebagai lembaga pelatihan yang bersifat komersil. Setiap peserta Golkar Institute harus membayar biaya yang tak sedikit.

Terakhir, Golkar sedang tidak Baik-baik Saja. GMPG menyebut, imbauan Dewan Pakar dan Dewan Pertimbangan Golkar agar kader menjaga soliditas sebagai penanda bahwa internal Golkar dalan keadaan rentan.

Dari sederet catatan evaluasi kritis itu, Sirojudin mengungkapkan, Airlangga terbukti sebagai sosok yang tidak mampu memimpin Golkar. Karenanya, demi menjaga eksistensi Partai Golkar, GMPG akan menggelar roadshow ke sejumlah elit beringin.

Ditanya soal langkah politik apa yang akan diambil, Sirojudin mengatakan menyerahkan kepada internal partai.

"Perlu juga kita sampaikan, nanti akan kita roadshow ke senior-senior Partai Golkar untuk menyampaikan evaluasi ini," kata Sirojudin. (arya


tags: #partai golkar #airlangga hartarto #gmpg

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI