BMKG Imbau Masyarakat Pesisir Selatan DIY dan Jateng Waspada Gelombang Tinggi

Tidak hanya itu saja, imbauan juga berlaku untuk operator tongkang.

Jumat, 14 Januari 2022 | 14:59 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Cilacap- Nelayan dan pengguna jasa kelautan lainnya, diimbau Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mewaspadai potensi terjadinya gelombang tinggi di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Hal itu disampaikan Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Jateng, Jumat (14/1/2022).

BERITA TERKAIT:
Bea Cukai Jateng DIY Musnahkan 11 Juta Batang Rokok Ilegal
Kamal Riswandi Kini Pimpin Basarnas Yogyakarta
Pertamina Pastikan Stok BBM Pertalite di DIY Aman
Pebalap Binaan Astra Honda asal Gunung Kidul DIY Kibarkan Merah Putih di IATC Qatar
Jateng Jadi Provinsi Terbaik Penyedia Kredit Kerakyatan

gelombang di Samudra Hindia termasuk kategori tinggi. "Berdasarkan analisis, tinggi gelombang di Samudra Hindia selatan Jateng dan DIY berpotensi mencapai kisaran 2,5 meter hingga 4 meter atau masuk kategori tinggi," ucapnya.

Peningkatan tinggi gelombang tersebut, lanjut Teguh dipengaruhi oleh pola angin di wilayah Indonesia bagian selatan yang dominan bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan angin berkisar 8-30 knot.

Meningkatnya tinggi gelombang itu, kata Teguh membuat pihaknya mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di Samudra Hindia selatan Jateng dan DIY pada Jumat (14/1) serta berlaku hingga Sabtu (15/1), pukul 07.00 WIB. "Jika ada perkembangan lebih lanjut, kami akan segera informasikan kepada masyarakat," sambungnya.

Ia menambahkan terkait prakiraan tinggi gelombang di wilayah perairan selatan Jateng hingga DIY, berdasarkan analisis, tinggi gelombang di wilayah tersebut diprakirakan berkisar 1,25 meter hingga 2,5 meter atau masuk dalam kategori sedang.

Masyarakat yang beraktivitas di pantai terutama yang wilayah perairannya terhubung langsung dengan laut lepas, ia imbau agar tetap waspada terhadap gelombang tinggi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

"Kami juga mengimbau kepada seluruh pengguna jasa kelautan untuk memerhatikan risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran. Dalam hal ini, nelayan tradisional yang menggunakan perahu berukuran kecil diimbau untuk waspada terhadap kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter," bebernya.

Tidak hanya itu saja, imbauan juga berlaku untuk operator tongkang. Mereka diimbau agar mewaspadai angin dengan kecepatan lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.

Kapal feri juga diminta mewaspadai kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter, sedangkan kapal ukuran besar seperti kapal kargo atau pesiar diimbau waspada terhadap kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter.

"Kami mohon masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi terjadinya gelombang tinggi demi keselamatan semua," tutupnya.
 


tags: #daerah istimewa yogyakarta #jawa tengah #gelombang #pantai selatan #samudra hindia

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI