Varian Omicron Melonjak, WHO Restui Penggunaan Dua Obat Baru

Pemberian rekomendasi itu berdasarkan hasil 7 riset atau uji coba yang melibatkan lebih dari 4.000 pasien.

Jumat, 14 Januari 2022 | 22:28 WIB - Internasional
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, New York- Melonjaknya Covid-19 varian Omicron di banyak negara, membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menambahkan dua obat baru ke dalam pedoman perawatan Covid-19

Obat yang ditambahkan WHO tersebut obat baricitinib, yang dikenal untuk mengobati rheumatoid arthritis alias rematik. Obat ini sangat dianjurkan untuk pasien Covid-19 bergejala parah bahkan dalam kondisi kritis, dikombinasikan dengan kortikosteroid.

Hal itu disampaikan panel ahli internasional badan PBB dalam pedoman yang diterbitkan oleh jurnal medis Inggris. "Obat tersebut mengurangi risiko kemungkinan pasien membutuhkan ventilator dan telah terbukti meningkatkan peluang bertahan hidup tanpa tanda-tanda peningkatan efek samping atau reaksi yang berbahaya," ucap panel tersebut.

BERITA TERKAIT:
Luhut Tegaskan Pemerintah Tak Berencana Hentikan Sekolah Tatap Muka
Omicron Ditemukan di Jateng, Gus Yasin Ingatkan Warga yang Akan Gelar Event Besar
Kasus Aktif Covid-19 di Boyolali Bertambah, Satu Meninggal Dunia
Hendi Targetkan Jajaran Suntikkan 5.000 Dosis Vaksin ke Warga Setiap Harinya
Varian Omicron Melonjak, WHO Restui Penggunaan Dua Obat Baru
Penularan Covid-19 Klaster Perkantoran Muncul di Kota Semarang
Polda Jateng Bersiap Antisipasi Penyebaran Covid-19 Varian Omicron

Selain merekomendasikan baricitinib, panel itu juga memberikan 'rekomendasi bersyarat' untuk sotrovimab. Yakni pengobatan antibodi monoklonal eksperimental, bagi mereka dengan gejala Covid-19 tidak parah tetapi risiko masuk rumah sakit terbilang tinggi. Antibodi monoklonal adalah senyawa yang dibuat di laboratorium dengan meniru mekanisme pertahanan alami tubuh.

Lebih dari 15 juta kasus baru Covid-19 dalam seminggu terakhir, dicatat WHO, sejauh ini angka itu menjadi rekor tertinggi sejak pandemi, didorong oleh peningkatan kasus varian Omicron yang menggantikan varian Delta hampir di seluruh negara.

Pemberian rekomendasi itu berdasarkan hasil 7 riset atau uji coba yang melibatkan lebih dari 4.000 pasien dengan kasus Covid-19 bergejala ringan hingga sedang, parah, serta kritis.

Kemudian, WHO menentang penggunaan Ivermectin, terapi plasma konvalesen, hingga hydroxychloroquine pada pasien Covid-19 dalam kategori gejala apapun.

"Panduan menambah rekomendasi sebelumnya untuk penggunaan penghambat reseptor interleukin-6 dan kortikosteroid sistemik untuk pasien dengan Covid-19 yang parah atau kritis; rekomendasi bersyarat untuk penggunaan casirivimab-imdevimab (pengobatan antibodi monoklonal lain) pada pasien tertentu; dan menentang penggunaan plasma konvalesen, ivermectin dan hydroxychloroquine pada pasien Covid-19 terlepas dari tingkat keparahan penyakitnya," ungkap WHO dalam sebuah pernyataan.
 


tags: #covid-19 #varian omicron #who

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI