Antisipasi Vaksin Kadaluarsa, Ganjar Perintahkan Daerah Tertib Input Laporan

Jika BPOM menyebut stok tersebut masih bisa digunakan maka akan digunakan.

Sabtu, 15 Januari 2022 | 01:30 WIB - Kesehatan
Penulis: Holy . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan pemerintah daerah agar selalu menginput data Vaksinasi Covid-19 ke aplikasi smile. Sehingga ke depan tak lagi ditemukan kasus ribuan stok vaksin yang kadaluarsa.

Ganjar mengatakan, stok vaksin di daerah banyak yang kadaluarsa pada Kamis (13/1) kemarin. Namun setelah diklarifikasi, jumlahnya berkurang banyak karena sebenarnya sudah disuntikkan.

“Kemarin sudah dilaporkan ke kita ada yang telat memasukkan ke aplikasi smile, jadi sebenarnya sudah habis, tapi memang ada yang belum habis. maka kami minta per hari ini semua diklafirikasi semua, ini sudah habis bener atau belum tercatat,” kata Ganjar di Semarang, Jumat (14/1/2022).

BERITA TERKAIT:
Sidak di Ruas Banjarnegara-Pekalongan, Ganjar: Petugas Harus Patroli saat Malam Hari
3,93 Juta Warga Jawa Tengah Masih Miskin, DPRD Jateng: Perlu Penanganan Serius
Jateng Jadi Provinsi Terbaik Penyedia Kredit Kerakyatan
Ganjar: Baru Kota Semarang yang Gelar Vaksinasi Booster
Per 13 Januari Kemarin, Ada 4.350 Dosis Vaksin di Jateng yang Kadaluarsa
Antisipasi Vaksin Kadaluarsa, Ganjar Perintahkan Daerah Tertib Input Laporan
Ganjar Tegas Siap Beri Sanksi Demosi untuk Kepala Dinas yang Tak Maksimal Kerja

Stok vaksin yang masih dan kedaluwarsa kemarin, kata Ganjar sudah dikumpulkan. Ganjar pun telah berkomunikasi dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) terkait kelayakan vaksin tersebut.

“Vaksin sudah dikumpulkan, kita minta ke bpom apakah kalau tanggal kedaluwarsa pada tanggal itu betul-betul vaksin tidak bisa digunakan apakah masih ada jeda,” jelasnya.

Ganjar mengatakan, jika BPOM menyebut stok tersebut masih bisa digunakan maka akan digunakan untuk vaksinasi boosting yang saat ini sudah dijalankan.

“Kalau masih ada jeda kita manfaatkan, toh sekarang ada kebijakan boosting, kita bisa boosting buat yang lain. Eman-eman kalau tidak dipakai,” ucap dia.

Ia lantas kembali mengingatkan kepada daerah untuk selalu menginput data vaksin ke aplikasi smile. Apalagi menurut catatannya, ada vaksin yang akan kedaluwarsa pada tanggal 15 dan 30 Januari.

“Kita sudah cek langsung ke sana agar semua menyiapkan betul untuk dikebut. (Dinkes) masih mendata. kemarin sudah ada informasi ke saya, saya minta klarifikasi, kalau tidak jangan-jangan ada problem input data,” ungkapnya.

Hingga 13 Januari kemarin, Ganjar membeberkan sebanyak 4.350 di delapan daerah yang kedaluwarsa. Rinciannya di Brebes 120 dosis, Jepara 10 dosis, Klaten 20 dosis, Magelang 350 dosis, Pemalang 2.270 dosis, Purworejo 1.290, Tegal 40 dosis, dan Salatiga 250 dosis.


tags: #ganjar pranowo #gubernur jawa tengah #vaksinasi covid-19

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI