Anggota Komisi VIII Hj. Endang Maria Astuti, SAg, SH, MH.

Anggota Komisi VIII Hj. Endang Maria Astuti, SAg, SH, MH.

Komisi VIII DPR Akan Kaji Usulan Menteri Agama Soal Biaya Ibadah Haji

Usulan biaya penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443 Hijriah/2022 Masehi sebesar Rp45.053.368 per jamaah.

Kamis, 17 Februari 2022 | 17:55 WIB - Ragam
Penulis: Arya Jkt . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- Komisi VIII DPR akan mengkaji usulan biaya penyelenggaraan Ibadah Haji  tahun 2022 dari Kementerian Agama. Apakah akan naik atau tidak. Kalaupun naik berapa besarannya.

''Komisi VIII baru menerima usulan dari Menteri Agama soal besaran pelunasan biaya penyelenggaraan Ibadah Haji,'' kata anggota Komisi VIII Hj. Endang Maria Astuti, SAg, SH, MH kepada KUASAKATACOM di lingkungan parlemen, di Jakarta, Kamis (17/2/2022).

BERITA TERKAIT:
Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Syawal pada 1 Mei
Fraksi Gerindra akan Perjuangkan Tidak Ada Kenaikan Biaya Perjalanan Haji
Komisi VIII DPR RI Usahakan Tak Ada Kenaikan Biaya Haji
DPR: Menteri Agama Tidak Larang Azan
Komisi VIII DPR Akan Kaji Usulan Menteri Agama Soal Biaya Ibadah Haji

Menurut Wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Tengah IV yang meliputi Kabupaten Sragen, Kabupaten Karanganyar, dan Kabupaten Wonogiri, komisi VIII akan melihat dan mengkaji dan mendalami besaran yang diusulkan itu.

''Besaran biaya penyelenggaraan Ibadah Haji itukan baru usulan yang kami terima pada beberapa hari lalu. Soal seberapa besarnya, nanti kita kaji dan dalami dulu,'' kata politisi Partai Golkar ini.

Sebagaimana diketahui Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengusulkan biaya haji 1443 Hijriah/2022 Masehi sebesar Rp45 juta. Usulan biaya haji Rp45 juta ini meningkat dari tahun sebelumnya.

Usulan tersebut disampaikan Menag Yaqut dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Rabu (17/2/2022) kemarin. Menag Yaqut menghadiri rapat secara virtual.

"Usulan biaya penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 1443 Hijriah/2022 Masehi sebesar Rp45.053.368 per jamaah," kata Menag dalam rapat dengan Komisi VIII DPR.

Adapun biaya sebesar Rp 45 juta tersebut akan digunakan untuk keperluan para jemaah dengan rincian sebagai berikut:

Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih):

1. Biaya penerbangan
2. Biaya hidup (living cost)
3. Sebagian biaya di Makkah dan Madinah
4. Biaya visa
5. Biaya PCR di Arab Saudi

Menag Yaqut juga menjelaskan pertimbangan kenaikan biaya haji untuk 2022 ini. Ada dua pertimbangan yang disampaikan Menag.

"Penyeimbang antara besaran beban jemaah dengan keberlangsungan Ibadah Haji tahun berikutnya. Keseimbangan tersebut untuk meringankan jemaah dengan biaya yang harus dibayar," ucap Menag Yaqut.

Biaya haji jemaah Indonesia untuk 2022 ini lebih tinggi dibandingkan 2 tahun sebelumnya. Pada 2020, biaya sebesar Rp 31,45 juta hingga Rp 38,35 juta, sedangkan pada 2021 menjadi Rp 44,3 juta. (arya
 


tags: #komisi viii dpr #ibadah haji #kementerian agama

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI